Penanganan Kasus Buyat Tidak Melibatkan Publik

http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0707/07/humaniora/3666941.htm
====================

Jakarta, Kompas Komunikasi adanya krisis yang ditempuh PT Newmont
Minahasa Raya dalam menangani kasus pencemaran di Teluk Buyat tidak
mengindahkan konsep-konsep komunikasi yang baik sehingga dapat
dikatakan komunikasi korporat perusahaan pertambangan emas ini tidak
berhasil.

Hal ini menjadi kajian disertasi doktoral Creszentia Nina
Handoko-Widodo (30), Jumat (6/7), yang dipromotori Profesor Doktor
Alwi Dahlan. Nina dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan
dan menjadi doktor termuda pada Program Pascasarjana Bidang Studi Ilmu
Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas
Indonesia.

Nina, praktisi komunikasi sekaligus pengajar krisis komunikasi pada
Program Pascasarjana Komunikasi FISIP UI, menjelaskan, dugaan
pencemaran Teluk Buyat atas kegiatan penambangan PT Newmont Minahasa
Raya (NMR) sudah dibuktikan melalui pengadilan umum. Hasilnya, dugaan
tersebut tidak terbukti. Namun, PT NMR sudah kehilangan peluang untuk
kembali berkomunikasi dengan para stakeholder, terutama kalangan
media, sehingga hal ini menjadi krisis yang berkepanjangan dan
memerlukan biaya sangat besar.

"Komunikasi yang dilakukan PT NMR dapat dikatakan tidak berhasil,
sejauh komunitas tempat perusahaan ini beroperasi tetap tidak mau
menerimanya," kata Nina.

Nina menunjuk ada keterlambatan dalam mengambil keputusan yang
dilakukan PT NMR dalam menerapkan komunikasi sejak awal, yaitu ketika
media memberitakan masalah dugaan pencemaran Teluk Buyat oleh PT NMR
pada Juli 2004. Komunikasi tentang krisis yang semestinya ditempuh
harus bersifat proaktif dan tidak defensif.

Cara penyelesaian yang ditempuh PT NMR, lanjut Nina, tidak ditemukan
dalam teori komunikasi krisis, yang semestinya ditempuh adalah
pendekatan komunikasi organisasi.

"Selanjutnya, petugas public relation harus digunakan dalam mencapai
solusi dan juga harus melakukan pendekatan community relation," kata Nina.

Dari disertasinya tersebut, Nina menilai penyelesaian krisis PT NMR
tidak melewati tahap pengumpulan pendapat dan keterlibatan masyarakat.
Nina juga melihat belum adanya teori-teori manajemen komunikasi krisis
dalam penyelesaian kasus pencemaran Teluk Buyat. (NAW) 

Kirim email ke