Memang jadi orang miskin itu tidak enak sangat tidak enak. Harga-
harga sembako semua naik, bayar sekolah mahal, sakit tidak bisa ke 
rumah sakit, lapangan pekerjaan tidak ada, ngangur seumur-umur. Makan 
seminggu tiga kali selebihnya puasa terpaksa. Saya juga tidak 
konsisten dengan kemiskinan, tetapi kemiskinan hinggap dalam hidupku. 
Kemiskinan di Indonesia apakah karena rakyatnya malas, atau APBN dan 
APBD bukan untuk rakyat tetapi anggaran untuk aristokrat/pejabat yang 
tidak bisa bekerja, lalu hambur-hamburkan duit negara/rakyat dengan 
proyek-proyek yang tidak ada mamfaatnya untuk rakyat Indonesia yang 
mayoritas miskin.

salam

yudi
[EMAIL PROTECTED]
--- In [email protected], "Agus Hamonangan" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0707/07/Sosok/3666036.htm
> =====================
> 
> Raja monolog Butet Kartaredjasa (45) tampil dalam pergelaran di
> Bentara Budaya Jakarta, Selasa (3/7). Kali ini bukan dalam peran Si
> Butet Yogya (SBY) yang biasa ia bawakan dalam acara parodi televisi,
> tetapi dalam peran lama yang lekat dengan "kepribadiannya".
> 
> Malam itu Butet tampil sebagai Oom Pasikom—tokoh karikatur di harian
> Kompas yang pernah dia perankan dalam sinetron di televisi—dalam
> pembukaan pameran kartun "40 Tahun Oom Pasikom". Komentar-komentar
> bernada nyelekit beberapa kali dia lontarkan sehingga mengundang 
tawa
> hadirin—di antaranya Moerdiono, HM Assegaf, Nungki Kusumastuti, 
Poppy
> Dharsono, dan Rieke Dyah Pitaloka.
> 
> "Saya sudah capek konsisten miskin. Lelah dicitrakan sebagai orang
> baik. Kerjanya nyindir, tetapi keadaan tak kunjung baik," kata 
Butet.
> 
> Dengan atribut topi baret yang khas dan jas yang ditambal di bagian
> sikunya, tokoh Oom Pasikom ciptaan GM Sudarta itu seolah "hidup"
> berkat akting improvisasi Butet.
> 
> "Ik getun (Saya menyesal) jadi kartun. Orang lain pada membudayakan
> korupsi, tapi ik membudayakan kebaikan," ujarnya menyentil.
> 
> Walaupun sampai sekarang karakter Oom Pasikom tetap tampil miskin, 
dia
> merasa bangga dengan jas tambalannya. Justru jas itulah identitas
> dirinya. Pameran "40 Tahun Oom Pasikom" di Bentara Budaya Jakarta 
itu
> berlangsung sampai 12 Juli. (AMR)
>


Kirim email ke