Pak Haniwar Yang Terkasih,
Bagaimana kita memaknai bangsa? Negara? Negara-bangsa? Pemerintah? Bila sejumlah pertanyaan itu dinilai terlalu mendasar sehingga tidak bermakna lagi, maka dasar seseorang untuk menilai semangat kebangsaan patut dipertanyakan!! Bangsa, negara, negara-bangsa, pemerintah, adalah sesuatu yang mendasar...Tapi, bila tidak dipahami & dimaknai secara baik, kita bisa salah kaprah lowhh Pak :-) Seluruh perubahan sosial dewasa ini, misalnya globalisasi, membuat banyak orang mempertanyakan kembali (bahkan meredefinisi) makna bangsa, negara, negara-bangsa, pemerintah, batas-batas nasional, dsb... Banyak sekali para ahli yang mengulas kembali ihwal-ihwal bangsa, negara, negara-bangsa, pemerintah, dll...Dapat dilihat dari karya-karya akademis (bahkan juga fiksi) yang membahas hal-hal tersebut dalam 1 dekade terakhir ini..Dan, itu sangat amat banyak sekali! Bukan begitu? Nahhh, perubahan sosial lainnya juga kiranya memicu kita utk mempertanyakan kembali makna bangsa, negara, negara-bangsa, pemerintah, dll... Saya bukan sosiolog, ahli politik, filsafat, atau apapun...Saya hanya mengajak agar kita bertanya kepada diri sendiri...Yaaa..itu tadi Pak, mengenai ihwal negara, bangsa, negara-bangsa, pemerintah, dsb... Sekali lagi Pak, bertanya ke diri sendiri lowhhhhh...bukan ke orang lain...Soalnya, kalau bertanya ke orang lain, malah jadi pretensius...Apalagi, hal-hal yang ditanyakan adalah hal-hal yg mendasar & tak bermakna (ini menurut Bapak lowhhhhh)... Jadi, sekali lagi Pak...Mari bertanya ke diri sendiri, jangan ke orang lain ya Pak....Kalau ke orang lain, mereka bakal bilang 'CHAAAPPPPEEEE DEHHHHH' :-) Salam hangat, Patrick Hutapea --- In [email protected], Haniwar Syarif <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > At 05:05 PM 07-07-07, you wrote: > > >hehe...Kalau menginjak-injak bendera PSSI bagaimana Pak? Yaa...PSSI, > >Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia yg disebut-sebut orang tidak > >becus kerjanya! > > > kalao di acinta PSSI ya insya Allah dia nggak injak injak bendera itu.. :( > > >Lain ceritanya ya Pak?Hehe. > > > > > >Jadi, kalau di kamar kos saya terpampang suatu bendera Indonesia yang > >sudah setengah terbakar oleh api, maka saya dapat disebut sebagai > >pemuda yang semangat kebangsaannya sudah luntur? > > > tentu beda terbakar dan membakar... > > >Bagi saya, bila orang menilai seperti itu, saya akan balas dengan > >senyum kecut ...Sebelumnya, marilah kita semua bertanya kepada diri > >sendiri... > > > >Apakah makna bangsa? Negara? Negara-bangsa? Pemerintah? > >Adakah perbedaannya? Atau, terminologi itu sama saja maknanya? > > bagi saya .. sekali lg bagi saya ..( entah buat Patrick) .. menginjak > membakar bendera..merah putih pastilah .. merupakan bukti lunturnya ke > Indonesiaan.., bhw jalan keluarnya bukan di Munirkan.. itu juga saya > pasti sependapat.. > > Bisa saja jalan keluar nya saya malah bertanya kenapa itu terjadi ( > pelunturan semangat kebangsaan ) dan mencari penyakit aslinya .. > > > Dan bagi saya juga.., kebanggaan berbangsa adalah unsur penting jika NKRI > mau bukan saja dipertahankan tretapi dicapai cita cita dil makmurnya.. > > > > >Bagaimana dengan, rakyat? Apa makna rakyat? Warga negara? Masyarakat? > > > >Memang menarik bila menilai semangat kebangsaan seseorang...luntur > >atau tidak? > >Berkembang atau tidak? > > > >Sebelum menilai semangat kebangsaan seseorang sudah luntur atau > >tidak...Mari bertanya kepada diri sendiri...Sudahkah kita sendiri > >melek akan makna negara? bangsa? negara-bangsa? pemerintah? rakyat? > >dst..dst..dst.. > > > >Katanya, yang paling gampang adalah memulai dari diri sendiri...'Ask > >not what your country can do for you; ask what you can do for your > >country', demikian kata JFK.... > > > Bagi saya ini petanyaan yang terklalu standar ... jadi nggak bermakna lagi... > > Pastilah halbaik yang kita bisa lakukan buat negara bukan membakar bendera > nya... tapi ...bangunlah jiwanya bangunlah badannya untuk Indonesia Raya... > > Biarlah kritik dan pendapat yang disampaikan kepada orang lain.. di terima > sebagai bagian feed back.. dan jangan selalu bilang urus aja dirimu > sendiri.. karenma bagi saya nggak usah disuruh oleh ornag lain itu sudha > menjadi semboyan yg selallu kudengar dan insya Allah di coba > dikerjkan.. Capeee deehhhh > > >Salam, > > > >Patrick Hutapea > > Salam > > Haniwar >
