Sedih saya....

apa betul kita harus mengandalkan orang LN  ??

Tentu sy setuju standar kompetensi kita harus sama dgn LN utk bidang 
kompetensi yg sama

Apa nggak bisa kita , dgn bench mark , entah Australia entah negar a lain, 
dgn orang Indonesia yg pintar , membuatnya sendiri ??

Saya pikir  ...mnausia indonesia ijni.. memang sudah nggak bisa dan ngghak 
mau kerja betul..

dan sialnya kalau kita panggil orang asing.. maka yg datang orang asing 
yang sudah ketularan Indonesia.. shg  juga korup..


Ayo dong... bangunlah badannya.. bangunlah jiwanya utk Indonesia Raya..


Sy sendiri sdh dapat .. standar kompetensi   utk industri daging yg berlaku 
di Australia...lagi mikir mau adopt and adapt.

Tp ini kan urusan pembinaan bangsa.. ,Klaau Pak Kasman beruntung bisa dpt 
bantuan dinas daerah.., moga moga di level pusat , juga akan dapat dukungan 
dari departemen terkait.  Bagus lagi kalau lembaga donor international mau 
bantu..


Pembinaan SDM itu kan penting... biar banyak metzger meister/butcher ., dan 
bukan spt sekarang yang jual daging di los pasar ..benar benar nggak 
kompeten laias nggak  ngerti jual daging dgn baik...,

Begitupun tentunya di bidang lain...ya elektronik  .. ya lainnya.


Sebenarnya kalau mau lihat standard negeri orang.. ya bisa download.. ya 
bisa beli bukunya.. terus adopt adapt... oleh para pakar /stake holder 
disini ...kan bisa ya..

Asal mau.. dan ada dukungan  dari semua stakeholder...

Di bidang saya, saya membayangkan alangkah indahnya.. jika tukang daging di 
pasar tradisional punya kompetensi,, pasti lah mereka bisa membuat 
ssnaitasi yg baik, daging yg lebih hygienis, memotong lebih efisien, 
menganeka  ragamkan jenis potongan  dan last but not least.., mereka bisa 
meningkatkan keuntungan mereka.., dan makin sedikit orang yg kena foodborne 
disease.


Salam

Haniwar




At 04:36 PM 12-07-07, you wrote:

>Saya sangat setuju dengan pendapat Manneke. Kerabat saya yang migrasi ke 
>Canada maupun USA bernasib serupa, walaupun ia di Indonesia punya jabatan 
>yang tinggi. Membuat lembaga sertifikasi sendiri tidak menyelesaikan 
>masalah. Sebaiknya memang ada lembaga Internasional yang telah diakui 
>untuk meninjau, menguji, dan melegalitasi pendidikan yang ada di Indonesia.
>Regards,
>Mary Martinus

Kirim email ke