http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0707/13/utama/3681518.htm
===================

Ungasan, Kompas - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, tidak
ada tempat untuk sistem perekonomian yang berbasis kapitalisme dan
neoliberalisme di Indonesia. Kedua ideologi ekonomi itu sama sekali
tak mampu menjamin kemakmuran bagi seluruh rakyat.

Oleh karena itu, bangsa Indonesia tetap memilih ideologi yang
menguntungkan bagi seluruh rakyat, yakni ideologi ekonomi terbuka
berkeadilan sosial yang mampu memaknai kerja sama dan kemitraan yang
bermanfaat bagi bangsa.

"Ideologi berbasis kapitalisme dan neoliberalisme tidak mencerminkan
dan tidak sesuai dengan keadilan sosial terhadap rakyat Indonesia,
termasuk bagi antarwarga bangsa. Maka, segala ideologi dari luar yang
tidak memberi manfaat dan keadilan bagi rakyat harus ditentang dan
dicegah masuk ke Indonesia," ujar Presiden dalam sambutan tanpa
teksnya pada puncak perayaan Hari Koperasi Ke-60 di Kompleks Garuda
Wisnu Kencana, Ungasan, Badung, Bali, Kamis (12/7).

Peringatan itu dihadiri 7.000 anggota dan pengurus koperasi dari
seluruh Indonesia. Hadir pula perwakilan anggota Aliansi Koperasi
Internasional (ICA) dari 42 negara. Acara itu juga dihadiri Menteri
Negara Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, Menteri Perdagangan Mari Elka
Pangestu, mantan Menteri BUMN Sugiharto, Gubernur Bali Dewa Beratha,
Bupati Badung Anak Agung Gede Agung, dan beberapa gubernur serta wali
kota/bupati.

Presiden mengatakan, bangsa Indonesia hidup dalam komunitas masyarakat
dengan modal sosial yang kuat di samping sumber daya lainnya.
"Koperasi menjadi wadah yang paling baik untuk melengkapi semua modal
sosial dan sumber daya," katanya.

Presiden mengimbau semua pejabat pemerintah daerah agar terus
mendukung gerakan koperasi. "Koperasi diam-diam tanpa publikasi mampu
mandiri. Maka terimalah ucapan terima kasih dan penghargaan saya
kepada seluruh anggota koperasi," kata Presiden.

Menurut Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Adi Sasono,
pergerakan koperasi berdasarkan budi pekerti dengan kasih sayang tanpa
mengedepankan pamrih harta benda. Ke depan koperasi akan mengupayakan
kebangkitan di berbagai bidang pertanian, energi terbarukan, hingga
teknologi pengolahan minyak sawit.

Dalam acara itu Presiden juga memberikan penghargaan Satya Lencana
Pembangunan di Bidang Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, antara lain
kepada Gubernur Kalimantan Barat Usman Jaffar. Penghargaan Satya
Lencana Wira Karya kepada Budianto Sudianto, Ketua Koperasi Pasar
Ciracas, DKI Jakarta. Selain itu, sebanyak 261 orang mendapat berbagai
kategori penghargaan dalam memajukan koperasi, termasuk Bupati Gianyar
(Bali) Anak Agung Gede Agung Bharata, Bupati Balangan (Kalimantan
Selatan) Sefek Effendi, dan Wali Kota Ternate (Maluku Utara) Syamsir
Andili. (AYS/BEN) 

Kirim email ke