Studi banding kok boleh bawa2 istri atau keluarga lainnya walaupun atas biaya 
sendiri.....???. Ini studi banding atau studi tamasya. Selamat Bingung.
   
  Salam
  BS

Suhaimi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          50 + 50 = capek dech....

Suhaimi

----- Original Message ----- 
From: Agus Hamonangan 
To: [email protected] 
Sent: Wednesday, August 01, 2007 9:40 AM
Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] DPRD Riau Akan ke Luar Negeri

Masih Menunggu Izin dari Mendagri

http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0708/01/daerah/3732306.htm
========================

Pekanbaru, Kompas - Seluruh anggota DPRD Provinsi Riau yang berjumlah
54 orang berencana melakukan studi banding ke China, Jepang, Arab
Saudi, Mesir, dan Italia. Masing-masing anggota diberi jatah Rp 30
juta, sehingga anggaran yang akan digunakan untuk kunjungan itu
mencapai Rp 1,62 miliar.

Ketua DPRD Riau Chaidir di Pekanbaru, Selasa (31/7), mengatakan,
rencana kunjungan luar negeri anggota DPRD Riau itu sudah direncanakan
sejak tahun lalu. Rencana itu sudah pula tertuang dalam APBD Riau
tahun 2007.

"Tidak ada yang kami tutup- tutupi, karena semuanya sudah
direncanakan. Rencana itu ada pada APBD 2007 yang sebelumnya sudah
dievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri. Sewaktu mengajukan RAPBD 2007,
beberapa program kami ada yang dicoret Mendagri, namun rencana ini
tidak. Artinya, Mendagri setuju dengan rencana kunjungan itu," kata
Chaidir.

Dia menambahkan, pihaknya akan meminta izin Mendagri mengenai rencana
kunjungan ke luar negeri itu, pekan depan. Jika Mendagri setuju,
keberangkatan anggota DPRD akan dilakukan bertahap mulai September
mendatang.

Menurut Chaidir, kunjungan ke luar negeri itu bertujuan melihat
langsung aspek pembangunan, pelayanan publik, dan pelayanan sosial di
negara tujuan. Hasil kunjungan itu nantinya akan diterapkan di Riau.
Setiap anggota DPRD Riau juga diperkenankan membawa istri, suami, atau
anggota keluarga lainnya. Namun, semua biaya harus ditanggung sendiri.

Tidak ada dampak

Rawa El Amady dari Badan Advokasi Publik Riau dan Al Azhar, Ketua
Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau, meminta anggota DPRD
membatalkan niat kunjungan ke luar negeri itu. Selain biayanya mahal,
hasil kunjungan juga tidak akan memiliki dampak buat masyarakat Riau.

"Di Riau, ini ada paradigma kalau bisa memakai biaya mahal mengapa
harus dengan biaya murah. Padahal, kalau memang mau melihat pelayanan
publik atau pelayanan sosial, pembangunan negara lain bisa dilakukan
lewat internet. Kalau anggota DPRD rajin membuka internet, wawasan
mereka pasti akan menjadi lebih baik dan tidak perlu berbiaya mahal,"
tandas Al Azhar.

"Bayangkan, setiap tahun DPRD Riau menganggarkan biaya perjalanan ke
luar negeri. Padahal, anggota DPRD-terutama unsur pimpinan-setidaknya
tiga kali pergi ke luar negeri bersama kepala dinas atau pejabat
pemerintah daerah," ujar Rawa.

"Kerja sama antara Pemprov dan DPRD Riau sudah demikian nyata untuk
menghabiskan anggaran negara. Setiap tahun kami mengkritik program
jalan-jalan itu, namun tidak pernah didengar," kata Rawa.

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Riau Nurdin, yang
dihubungi terpisah, mengatakan, partainya belum mengambil sikap
terhadap rencana kunjungan ke luar negeri tersebut. "Kami masih
mempertimbangkannya. Bisa saja kami setuju atau tidak setuju.
Keberangkatan itu sendiri masih belum pasti, karena masih menunggu
persetujuan Mendagri," kata Nurdin. (SAH)

[Non-text portions of this message have been removed]



         

       
---------------------------------
Luggage? GPS? Comic books? 
Check out fitting  gifts for grads at Yahoo! Search.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke