Berita baik untuk kaum perempuan bahwa buku yang mengajurkan pria 
beristri satu ini ditulis oleh tokoh pria.

apa sih tujuannya beristri lebih dari satu?
Supaya tidak punya selingkuhan?
bagaimana carany manusia membagi dengan adil nafkah lahir dan 
bathinnya?

Dan kenapa perempuan tidak boleh bersuami lebih dari satu?

-yang selalu kesal membaca berita tentang poligami-



--- In [email protected], Henny Irawati 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=berita%7C-854%7CX
> 
> Ustadz PKS Tulis Buku "Bahagiakan Diri dengan Satu Istri" 
> Jurnalis: Henny Irawati 
> 
> Jurnalperempuan.com-Jakarta. Apa yang terjadi ketika salah seorang 
tokoh PKS menulis buku yang menganjurkan cukup satu istri? 
> 
> Cahyadi Takariawan, salah seorang "ustadz yang kredibilitasnya 
sangat diakui di hadapan Majelis Syuro" dan telah menulis 20 buku, 
dalam buku terbarunya yang berjudul "Bahagiakan Diri dengan Satu 
Istri" membeberkan kelemahan-kelemahan poligami. Misal, kebohongan-
kebohongan suami yang akan menikah lagi atau masalah finansial yang 
membuat pernikahan tidak harmonis. 
> 
> Lelaki yang juga berprofesi sebagai konsultan perkawinan ini 
mengaku mendapat banyak sekali keluhan dari ummahat (istri-istri 
kader PKS) yang mendapat masalah karena suami mereka akan menikah 
lagi. ?Mereka menelpon dan mengirim sms,? terang Ketua Wilayah 
Daerah III DPP PKS itu. 
> 
> ?Yang menyedihkan, ada suami yang buru-buru poligami hanya karena 
dikompori komunitasnya yang semuanya sudah menikah lagi.? Tak ayal, 
keluarga menjadi korbannya. 
> 
> Cahyadi sendiri, meski tidak mengatakan poligami itu buruk, tidak 
menyadari akibat dari diluncurkannya buku terbitan Era Intermedia, 
Solo, itu. Di Jawa Timur, Ketua Dewan Syariah DPW PKS Jatim Mudhofar 
bercerita, "Ada seorang akhwat yang skripsinya mendukung poligami. 
Bertahun-tahun kader perempuan ini bicara dalam diskusi-diskusi agar 
poligami didukung tapi setelah membaca (buku) pak Cah (Cahyadi) 
langsung berbalik 180 derajat.? 
> 
> Wakil Bendahara Umum DPP PKS Didin Amarudin berkomentar, ?Buku ini 
harus segera ditarik. Hati saya membara membacanya.? Didin yang 
beristri tiga ini pun semakin khawatir. Pasalnya, istri keduanya ?
menghubungi temannya yang juga dipoligami dan bikin bedah khusus 
untuk ini.? 
> 
> Sikap istri kedua Didin serupa dengan sebagian sikap kader-kader 
perempuan PKS. Mereka menyambut gembira diterbitkannya buku ini. ?
Suami saya menjadi ragu-ragu. Sebenarnya saya sudah akan 
mengizinkan, tapi setelah membaca buku ini, saya diskusi lagi, dan 
alhamdullilah batal (menikah lagi),? aku seseorang yang tidak 
bersedia disebutkan identitasnya. 
> 
> Bahkan, alumnus Universitas Airlangga Surabaya tersebut 
mengabarkan, dalam setiap pertemuan mingguan kalangan internal kader 
perempuan PKS, buku ini menjadi bahan wajib diskusi, dikupas tuntas 
bab demi bab. 
> 
> Meskipun tidak serta merta mengubah pandangan mereka, kehadiran 
buku ini membuka pandangan jamaah PKS akan fenomena poligami. Mereka 
jadi melihat adanya sisi negatif dari pilihan berpoligami, 
alternatif solusi yang selama ini menjadi didesakkan kelompok mereka 
tersebut.*
>


Kirim email ke