Alhamdulillah.....
Maha Suci Engkau ya Allah...........

Saluut untuk pak Ustadz Cahyadi...
semoga Allah SWT selalu melindungi Bapak dan keluarga dari segala tekanan dan 
marabahaya setelah buku diterbitkan, amien...

Wass,
noVi



----- Original Message ----
From: Henny Irawati <[EMAIL PROTECTED]>
To: Milis Perempuan <[EMAIL PROTECTED]>; [email protected]; 
[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, August 2, 2007 2:06:53 PM
Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Ustadz PKS Tulis Buku "Bahagiakan Diri dengan 
Satu Istri"

http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=berita%7C-854%7CX

Ustadz PKS Tulis Buku "Bahagiakan Diri dengan Satu Istri"
Jurnalis: Henny Irawati

Jurnalperempuan.com-Jakarta. Apa yang terjadi ketika salah seorang tokoh PKS 
menulis buku yang menganjurkan cukup satu istri?

Cahyadi Takariawan, salah seorang "ustadz yang kredibilitasnya sangat diakui di 
hadapan Majelis Syuro" dan telah menulis 20 buku, dalam buku terbarunya yang 
berjudul "Bahagiakan Diri dengan Satu Istri" membeberkan kelemahan-kelemahan 
poligami. Misal, kebohongan-kebohongan suami yang akan menikah lagi atau 
masalah finansial yang membuat pernikahan tidak harmonis.

Lelaki yang juga berprofesi sebagai konsultan perkawinan ini mengaku mendapat 
banyak sekali keluhan dari ummahat (istri-istri kader PKS) yang mendapat 
masalah karena suami mereka akan menikah lagi. ?Mereka menelpon dan mengirim 
sms,? terang Ketua Wilayah Daerah III DPP PKS itu.

?Yang menyedihkan, ada suami yang buru-buru poligami hanya karena dikompori 
komunitasnya yang semuanya sudah menikah lagi.? Tak ayal, keluarga menjadi 
korbannya.

Cahyadi sendiri, meski tidak mengatakan poligami itu buruk, tidak menyadari 
akibat dari diluncurkannya buku terbitan Era Intermedia, Solo, itu. Di Jawa 
Timur, Ketua Dewan Syariah DPW PKS Jatim Mudhofar bercerita, "Ada seorang 
akhwat yang skripsinya mendukung poligami. Bertahun-tahun kader perempuan ini 
bicara dalam diskusi-diskusi agar poligami didukung tapi setelah membaca (buku) 
pak Cah (Cahyadi) langsung berbalik 180 derajat.?

Wakil Bendahara Umum DPP PKS Didin Amarudin berkomentar, ?Buku ini harus segera 
ditarik. Hati saya membara membacanya.? Didin yang beristri tiga ini pun 
semakin khawatir. Pasalnya, istri keduanya ?menghubungi temannya yang juga 
dipoligami dan bikin bedah khusus untuk ini.?

Sikap istri kedua Didin serupa dengan sebagian sikap kader-kader perempuan PKS. 
Mereka menyambut gembira diterbitkannya buku ini. ?Suami saya menjadi 
ragu-ragu. Sebenarnya saya sudah akan mengizinkan, tapi setelah membaca buku 
ini, saya diskusi lagi, dan alhamdullilah batal (menikah lagi),? aku seseorang 
yang tidak bersedia disebutkan identitasnya.

Bahkan, alumnus Universitas Airlangga Surabaya tersebut mengabarkan, dalam 
setiap pertemuan mingguan kalangan internal kader perempuan PKS, buku ini 
menjadi bahan wajib diskusi, dikupas tuntas bab demi bab.

Meskipun tidak serta merta mengubah pandangan mereka, kehadiran buku ini 
membuka pandangan jamaah PKS akan fenomena poligami. Mereka jadi melihat adanya 
sisi negatif dari pilihan berpoligami, alternatif solusi yang selama ini 
menjadi didesakkan kelompok mereka tersebut.*

Kirim email ke