Wah, ketika membaca posting bung Mulyadi baru saya baca posting ibu Puput. Anak 
anak sekitar serpong terpapar Pb ? Apa ini hasil penelitian atau bagaimana ? 
Bisa lebih detail penjelasannya dan juga disebutkan sumbernya ? 
   
  Terima kasih ibu Puput.
   
  Salam, Irry

stephanus Mulyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Kenapa cuma Kantor Menristek yang dipindahkan ke Serpong? 
Kenapa cuma ke Serpong?
Menurut saya semua kantor pemerintahan pusat sebaiknya dipindahkan dari 
Jakarta. Masalahnya Jakarta sudah terlalu padat, polusi dan rawan bencana 
banjir. Semua itu tentu membuat para pejabat tidak nyaman.

Usul saya, sependapat dengan usul rekan Wahyu dalam postingan "Surat untuk 
Presiden...", pindahkan saja pusat pemerintahan kita (kantor presiden, 
menteri,DPR,dll) ke semenanjung Muria, satu lokasi dengan rencana tapak PLTN. 
Di sana udaranya relatif masih lebih segar, lebih nyaman, tidak macet, juga 
lebih dekat dengan pusat listrik sehingga gak bakalan kekurangan listrik. 
Terutama kantor Menristek, BATAN, dll., itu sebaiknya memang satu lokasi dengan 
PLTN. 

Salam
Mulyadi

Puput <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Syukurlah ...
biar tidak hanya anak-anak usia sekolah yang tinggal di sekitar Puspitek 
Serpong saja yang telah bertahun-tahun terpapar timah hitam (Pb), tanpa tahu 
dari mana sumbernya, apalagi mengatasinya. Mungkin dengan demikian kawan-kawan 
BATAN akan tergerak dan tidak masa bodoh dengan kasus ini, agar Menterinya 
tidak turut terpapar Pb.

Salam,
Ppt




         

       
---------------------------------
Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to see what's on, 
when. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke