Pesta Seni & Budaya Merayakan 250 Tahun Puro Mangkunegaran Solo Merayakan momentum "250th Puro Mangkunegaran: A Reviving Moment", keluarga besar Puro Mangkunegaran yang terdiri Yayasan Pemerhati Puro Mangkunegaran (YPPM), Yayasan Soeryosumirat, dan Himpunan Kerabat Mangkunegaran Soeryosumirat, akan menggelar "Pergelaran Kembali Bedhaya Mataram Senapaten Dirodo Meto, Sebuah Rekonstruksi Tari Ciptaan R.M. Said" pada 9 Agustus 2007, Jam 19.00 di Museum Nasional/Museum Gajah, Jakarta.
Gelar tari Dirodo Meto merupakan lanjutan dari rangkaian acara yang sebelumnya telah dimulai dengan Pergelaran Tari Bedhaya Mataram Senapaten Dirodo Meto & Selamatan Perjanjian Salatiga (Solo & Salatiga, 16 17 Maret 2007) dan Lomba Macapat Mangkunegaran (Puro Mangkunegaran, 3 Juni 2007). Sementara itu, beragam hajatan seni, budaya, serta sejarah yang telah dirancang oleh panitia Peringatan 250th Puro Mangkunegaran hingga November 2007 mendatang antara lain: 18 Agustus 2007 Lokasi : Puro Mangkunegaran - Solo Acara: Seminar Perjuangan Rakyat Mataram 19 Agustus 2007 Lokasi : Kota Solo, Salatiga, dan sekitarnya Acara: Napak Tilas Tempat-Tempat Persinggahan RM.Said 7, 8, 9 September 2007 Lokasi : Puro Mangkunegaran - Solo Acara: - Peringatan Ulang Tahun Grup Tari Soeryosumirat - 140 Tahun Rekso Pustoko (Perpustakaan Mangkunegaran) 9 & 10 November 2007 Lokasi : Jalan di Sekitar Puro Mangkunegaran, dan Puro Mangkunegaran Acara: "Solo Tempo Doeloe" : Pesta Seni Budaya dan Pasar Rakyat 11 November 2007 Lokasi : Puro Mangkunegaran - Solo Acara: Pergelaran Tari Kolosal Perjuangan Rakyat Mataram & Berdirinya Puro Mangkunegaran 2009 Jenis: Penerbitan Buku Pustaka "250 Tahun Berdirinya Puro Mangkunegaran Sebagai deskripsi singkat, puncak acara peringatan yang jatuh pada 9 dan 10 November 2007 nanti akan menyulap jalan-jalan utama Kota Solo dengan arak-arakan prajurit Puro Mangkunegaran yang akan diiringi riuhnya marching band berbusana khas budaya tradisional Mangkunegaran. Keriuhan sejak pagi hingga petang hari tersebut juga akan diramaikan dengan gelaran pusat-pusat kerajinan dan budaya tradisional di sepanjang areal acara atau Alun-alun Mangkunegaran. I'ts a ll about Solo Tempoe Doloe! Di mana, mulai toko besar sampai dengan penjaja barang kerajinan dan jajanan kuliner pinggir jalan akan ambil bagian di acara ini. Kemudian sehari berikutnya, keramaian acara akan diisi Peragaan Busana Tradisional Jawa Khas Mangkunegaran mulai era terdahulu sampai yang terkini. Selain itu, telah disiapkan pula jamuan makan malam dengan sajian kuliner khas Puro Mangkunegaran, senandung musik keroncong, serta pergelaran Tari Kolosal "Perjuangan Rakyat Mataram & Berdirinya Puro Mangkunegaran". Khusus penyelenggaraan tari kolosal tersebut, panitia merancang keterlibatan sekitar 250 hingga 300 orang penari yang terdiri dari berbagai bangsa, etnis, dan suku, seperti warga negara Belanda, warga keturunan Tionghoa, suku Bali, Jawa, dan lain-lain yang akan melibatkan pasukan berkuda dan Gajah, serta Parade keluarga besar Puro Mangkunegaran & Sentono Abdi Dalem. Acara ini juga terselenggara berkat kerjasama antara Idekami Communication dan dukungan PT HM Sampoerna Tbk. melalui payung program "Sampoerna Untuk Indonesia" yang memiliki visi sama dalam meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kesenian dan kebudayaan nasional, di antaranya seni musik tradisional Jawa. Terima kasih dan salam, M. Latief/Head of Public Relation 250th Puro Mangkunegaran Solo Phone: 021 766 9870 Fax: 021 759 04 530 Mobile: 0812 829 1263 Email: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
