Boleh percaya boleh heran, si dadang (dada bidang) Arnold Schwarzenegger yang sukses jualan mimpi lewat film-film berotot ternyata tidak tahu apa yang mau diperbuat untuk rakyat California. Bahkan dia cukup letoy untuk menyebut lima saja permasalahan yang dihadapi publik ibukota Los Angeles. Maklum, ketika cengengesan mengumumkan pencalonan dirinya sebagai gubernur California, otak serta otot Schwarzenegger yang pejal itu masih deras dialiri darah lelaki penghibur (bintang pelem maksudnya).
Untung ada Bobby Kennedy tempat si Arnie memohon petunjuk bagaimana caranya menjelma dari makhluk "Terminator" menjadi seorang Governor. Karena dia bersumpah mau melakukan apa saja sekalipun harus nyeleweng dari harapan partai pendukungnya, maka telunjuk Bobby dengan enteng mengarah ke Terry Tamminen yang sehari-hari nongkrong di "KLH"nya California. Oleh anak nongkrong itu Arnie diajari melihat realita di luar dugem layar perak. Sepanjang pelajaran Arnie bolak-balik dibuat ternganga melihat kusamnya dunia nyata. Singkat cerita, di tengah musim kampanye cagub, Arnie menggelar konperensi pers besar-besaran sebagai media "nonton bersama" seputar terminator sesungguhnya yakni, aneka kuman & racun buatan manusia. Alias, sang pemusnah yang mengapung di ujung hidung rakyat California. Dan, sebongkah otot pejal pun menjelma jadi gubernur. Lalu, apa yang dikerjakan sejak hari pertamanya menjabat gubernur? Sibuk memoles citra pribadinya sebagai warga Academy Award?! Ternyata tidak. Arnie melanjutkan apa yang sudah diperolehnya lewat acara "nonton bersama" tadi yaitu dukungan untuk membersihkan udara ke mana pun hidung menghadap. Bang Arnie lalu menerapkan standar emisi karbon dan udara bersih di wilayah kekuasaannya. Dia bicara dengan para petinggi industri untuk berkreasi menghasilkan produk-produk yang ramah lingkungan, khususnya industri kendaraan bermotor serta pengusaha BBM. Arnie sadar bahwa kelakuannya itu ibarat mencuri makanan dari singa-singa industri yang selalu kelaparan. Dia sibuk berpolemik dengan perusahaan-perusahaan yang mencapnya sebagai pencuri nafkah orang kaya. Juga menantang industri yang akan menggugat keabsahan standar emisinya secara hukum. Sepintas, Schwarzenegger seperti sewenang-wenang menerapkan perda. Tapi dia meyakinkan para pebisnis bahwa yang terberat bagi pelanggar standar emisi bukanlah tuntutan secara hukum, melainkan "hukuman" dari masyarakat yang terlanjur membutuhkan udara bersih. Masyarakat berhak meninggalkan produk-produk dari perusahaan perusak lingkungan. Begitulah kira-kira peran yang diharapkan dari seorang pemimpin. Dia bisa memberi pencerahan tentang masalah yang ada di masyarakat; memetakannya; lalu mendorong rakyat untuk bergerak mengatasinya. Pemimpin tidak perlu bekerja sendirian. Apalagi cuma terus-menerus kampanye dan mengerahkan massa untuk mendukung citra pribadinya (dengan sumpelan dana dari perusak lingkungan pula).
