Rusia meremajakan pesawat pengebom TU95 yang telah dimiliki Angkatan Udara Uni Soviet dan Rusia selama 50 tahun. Mengutip Presiden Badan Perancang Tupolev, Igor Shevchuk, kantor berita Interfax, Selasa (23/10), menyebutkan, peremajaan TU95 MSsejenis pesawat pengebom B52 milik ASitu termasuk penggunaan teknologi intelijen artifisial. Beberapa waktu lalu pesawat tempur Inggris dan Norwegia kelabakan ketika mengetahui keberadaan pesawat pengebom TU95 di dekat wilayah udara Norwegia.
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0710/24/ln/3938353.htm
