Kewirausahaan Bukan Cuma untuk Bisnis

http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0710/24/humaniora/3938956.htm
====================

Jakarta, Kompas - Indonesia perlu secara serius mempersiapkan lahirnya
generasi entrepreneur atau wirausahawan untuk mencapai kemajuan
ekonomi yang pesat. Usaha keras untuk meningkatkan pertumbuhan jumlah
wirausahawan itu bukan hanya akan menolong generasi muda lepas dari
kemiskinan dan pengangguran, tetapi secara keseluruhan akan
menciptakan kesejahteraan masyarakat yang lebih luas.

"Bangsa ini perlu melakukan lompatan kuantum untuk menanggulangi
masalah pengangguran dan kemiskinan dengan menerapkan pendidikan
kewirausahaan. Dengan demikian, di Indonesia akan lahir generasi
pencipta kerja, bukan pencari kerja, sehingga kemakmuran Indonesia
yang kaya-raya dengan sumber daya alamnya bisa terwujud," kata
pengusaha Ir Ciputra, Selasa (23/10) di Jakarta.

Pendiri Universitas Ciputra ini mendorong pemerintah, lembaga
pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat untuk berkomitmen dalam
pengembangan pendidikan kewirausahaan yang dimulai di pendidikan dasar
hingga pendidikan tinggi.

Pengangguran yang bertambah setiap tahunnya yang juga berarti menambah
angka kemiskinan menjadi persoalan serius bangsa ini. Berdasarkan data
Badan Pusat Statistik tahun 2006, pengangguran terbuka mencapai
11.104.693 orang. Pengangguran yang tidak lulus atau lulus SD mencapai
3.524.884 orang, SMP sebanyak 2.860.007 orang, SMA 4.047.016 orang,
akademi/diploma 297.185 orang, dan universitas 375.601 orang.

Mengutip pendapat sosiolog David McCelland, Ciputra mengatakan, suatu
negara bisa menjadi makmur bila memiliki sedikitnya dua persen
entrepreneur dari jumlah penduduk tersebut. Dari data statistik,
Indonesia diperkirakan baru memiliki 400.000 wiraswastawan atau 0,18
persen dari penduduk Indonesia. "Yang paling siap dan paling mudah
untuk dididik dan dilatih kecakapan wirausaha adalah mereka yang
berada di bangku sekolah. Bayangkan Indonesia memiliki sebagian besar
generasi muda dengan pola pikir, karakter, dan kecakapan entrepreneur."

Menurut Ciputra, kewirausahaan bukan cuma untuk dunia bisnis. Berbagai
lapangan kerja lain yang memiliki semangat, pola pikir, dan karakter
entrepreneur akan membuat perbedaan, perubahan, dan pertumbuhan
positif dalam profesi dan pekerjaan mereka di luar bidang bisnis.
"Mereka akan memiliki daya kreatif dan inovatif, mencari peluang, dan
berani mengambil risiko."

Antonius Tanan, pengurus Yayasan Ciputra Entreprenir, mengatakan,
pendidikan kewirausahaan semakin menjadi perhatian banyak negara, baik
negara maju maupun berkembang. Pemerintah memiliki peran penting,
mendorong pendidikan kewirasusahaan dengan membantu biaya pendidikan,
dan mengembangkan kurikulum wirausaha. Robert Gardiner, Direktur
Operasional Prestasi Junior Indonesia, mengatakan, pendidikan
kewirausahaan di sekolah/perguruan tinggi bisa mendidik dan
menginspirasi generasi muda untuk menggunakan bisnis dan ekonomi bagi
peningkatan kualitas hidup mereka. (ELN)



Kirim email ke