Jakarta, Kompas - Aldi (18), warga RT 14 RW 06 Kelurahan Krukut, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, diduga mencuri sehingga diborgol dan dipukuli massa di Pos Polisi Ketapang, Selasa (23/10) pukul 02.00. Menurut saksi mata, saat dipukuli, Aldi diborgol di tiang bendera di halaman depan pos polisi.
Hendra, warga yang berada di Pos Polisi Ketapang saat peristiwa terjadi, mengungkapkan, Aldi diborgol di tiang bendera dan dipukuli massa. Massa merasa kesal karena dia kerap membuat onar. Pada malam itu ia dituduh mencuri. Kerumunan warga yang memukuli Aldi itu ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi swasta pada siaran pukul 11.00. Pos polisi tempat Aldi diborgol terletak di dekat Kali Krukut di sudut Jalan Hanura Ketapang dan Jalan KH Zainul Arifin. Saksi lain yang melihat peristiwa itu bersama Hendra mengatakan, selama sekitar 30 menit Aldi diborgol di tiang bendera. Hidungnya mengeluarkan darah. Akan tetapi dia terlihat biasa saja dan tidak peduli. "Polisi tidak terlibat memukul Aldi," tuturnya. Ayahnya, Chodir, sempat datang ke pos polisi itu. Namun, setelah dia pergi, warga yang jengkel terhadap perilaku Aldi bergiliran memukul, menempeleng, dan menendang. Menurut dia, polisi tidak bisa menahan Aldi karena tidak ada pengaduan masyarakat dan barang bukti. Polisi akhirnya melepaskan Aldi karena tidak ada dasar hukum untuk menahan pemuda itu. Nyonya Iyah, ibu Aldi, ketika ditemui di rumahnya di dekat Gang Abdullah III, mengatakan, dirinya mendapat kabar dari paman Aldi bahwa putra sulungnya itu dipukuli massa. "Uwak-nya yang di Bogor melihat Aldi muncul di siaran televisi sedang dipukuli massa. Dia lalu menelepon untuk memberi kami kabar itu. Saya tidak tahu apakah Aldi sampai masuk rumah sakit. Sampai sore ini Aldi belum pulang," kata Iyah kemarin. "Dia ditangkap polisi di sekitar Sawah Besar karena dituduh sejumlah orang telah mencuri, tetapi tidak ditemukan barang bukti apa pun," kata Hendra. Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Tambora, yang membawahkan Pos Polisi Ketapang, Inspektur Satu R Slamet, mengatakan, "Kami belum menerima laporan adanya kasus pencurian. Belum ada kiriman tahanan dari Pos Polisi Ketapang." Brigadir Satu Nardi, anggota Pos Polisi Ketapang, saat ditemui wartawan pada Selasa siang, mengatakan dia sedang tidak bertugas saat Aldi dipukul warga di tiang bendera. (ong) http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0710/24/metro/3938550.htm
