Saya melihat pesawat Airbus A-380 pesanan SQ di majalah Flight International, asli bangus banget dan besar sekali. Lay-out penempatan kursi2 untuk First Class, Business Class dan Economi Class mantab banget. Tidak dibayangkan jika saya on board dipesawat itu pasti akan merasa seperti tidak terbang.Tapi kalo mo ikut penerbangan Sidney - SIN dengan biaya 100,000 usd, terima kasih banget dah!! hihihihihi.......
----- Original Message ----- From: Agus Hamonangan To: [email protected] Sent: Wednesday, October 24, 2007 8:24 AM Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] "Sejarah Kecil-kecilan" di Kursi 1 A Airbus A380 http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0710/24/ln/3938552.htm ===================== Julian Hayward (38), yang memenangi lelang tertinggi tiket penerbangan komersial perdana Airbus A380, menyebut penerbangan itu "sejarah kecil-kecilan". Hayward akan duduk di kursi 1 A saat burung besi terbesar yang pernah dibuat itu menerbangi rute Singapura-Sydney. Dia ikut dalam penerbangan perdana A380 Singapore Airlines, 25 Oktober besok. Warga negara Inggris yang tinggal di Sydney itu harus merogoh kocek hingga 100.000 dollar AS atau hampir Rp 1 miliar untuk mengukir sejarah kecil-kecilan itu. Namun, angka tersebut jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan 6,8 miliar dollar AS yang harus dikeluarkan Airbus untuk membuat pesawat itu terbang pada akhirnya. Berbagai persoalan produksi dan penundaan pengiriman membuat sejumlah pihak pesimistis terhadap masa depan Airbus A380, dan menyebut pesawat superjumbo ini seperti "gajah yang lamban". Namun, tidak sedikit pula yang menyanjung Airbus A380 dan menyebutnya sebagai revolusi di dunia penerbangan. "Penerbangan tanggal 25 Oktober nanti menjanjikan awal era baru," sebut pernyataan Pusat Penerbangan Asia Pasifik (CAPA). Richard Pinkham, Direktur Regional CAPA, mengatakan, problem produksi yang membayangi Airbus A380 tidak akan memadamkan kemeriahan penerbangan perdananya. "Jika pesawat itu sukses, penundaan pengiriman akan benar-benar dilupakan," katanya. Singapore Airlines (SIA) sendiri menyebut Airbus A380 sebagai "pengubah permainan". Untuk penerbangan perdana, SIA memasang hanya 471 kursi untuk memberi lebih banyak ruang, terutama untuk kelas bisnis dan kelas satu. Airbus A380 versi SIA memiliki 399 kursi ekonomi, 60 kursi bisnis, dan 12 kompartemen kelas suite. Sebagian besar kursi untuk penerbangan perdana dilelang melalui situs eBay untuk tujuan amal. Dua model Wikipedia menyebutkan, Airbus A380-800, yang digunakan SIA, didesain dalam dua model. Model pertama adalah pesawat yang dirancang untuk memuat 555 penumpang dalam tiga kelas. Model kedua adalah pesawat dengan kapasitas 853 penumpang untuk kelas ekonomi saja, 538 kursi di dek utama dan 315 kursi di dek atas. Situs SIA telah memuat hitungan mundur menuju penerbangan komersial perdana ke Sydney. SIA menyebut penerbangan itu "perjalanan dalam cahaya baru". SIA pertama kali memesan Airbus A380 pada September 2000, dengan jumlah pesanan 10 pesawat. Pada Juli 2006, SIA menambah pesanan menjadi 19 unit dengan harga katalog senilai 5,7 miliar dollar AS. Setelah penerbangan perdana dengan rute Singapura-Sydney, SIA akan membuka layanan penerbangan untuk rute Singapura-London pada Februari 2008. Menyusul berikutnya adalah penerbangan ke Jepang. Karena bentuknya yang raksasa, Airbus A380 hanya bisa mendarat di bandara yang bisa didarati pesawat jenis Boeing 747, dengan gerbang seluas 80 meter x 80 meter. Meskipun demikian, infrastruktur bandara perlu dimodifikasi, baik di bagian taxiway maupun apron. Sebagai gambaran, panjang pesawat ini mencapai 73 meter, setara deretan delapan bus tingkat di London. Bentang sayap mencapai 80 meter. Ruangan pada sayapnya bisa menjadi tempat parkir bagi sekitar 70 mobil sedan. Dibandingkan dengan saingan utamanya, Boeing 747, badan Airbus A380 lebih lebar 15 meter. A380 juga lebih tinggi empat meter, lebih panjang dua meter, dan lebih berat 118 ton daripada Boeing 747. Dengan kehadiran Airbus A380, CAPA menyebut dunia penerbangan sekarang seperti "medan perang besar". Laporan CAPA menyebutkan, keberhasilan penerbangan komersial perdana Airbus A380 akan berdampak pada pasar premium yang dipimpin maskapai penerbangan murah yang menjamur dalam tahun-tahun belakangan ini. Tom Ballantyne dari Orient Aviation mengatakan, hingga tahun depan, SIA akan menikmati pasar yang sangat besar sebelum maskapai lain mulai menerbangkan A380. Hingga saat ini, Airbus telah menerima 180 pesanan dari sejumlah maskapai terkemuka di dunia. Dunia tinggal menunggu saat "sejarah kecil-kecilan" yang kini dinikmati Hayward bisa dinikmati semua orang. (afp/fro) [Non-text portions of this message have been removed]
