Jakarta, 23 Oktober 2007
No: 12/Debwatch/Diskusi/X/2007
Hal: Undangan Diskusi Publik
Kepada Yth.
(Daftar Undangan terlampir)
Di Tempat
Dengan hormat,
Debtwatch Indonesia (dWI) didirikan sebagai organisasi
yang mencermati dampak globalisasi dan utang luar
negrai di Indonesia. Tujuannya adalah untuk
mengkritisi kebijakan yang bersumber dari hutang,
memonitor aktivitas badan-badan penghutang ke
Indonesia, mengembangkan kontrol sosial rakyat atas
pengelolaan uang publik, diantaranya melalui
pendidikan populer tentang hutang luar negeri dan
globalisasi serta mengembangkan jaringan rakyat di
tingkat nasional maupun Asia Pasifik untuk isu dan
globalisasi. Aktivitas yang dilakukan terutama
melakukan kampanye, lobi dan advokasi bagi kasus-kasus
yang didanai oleh lembaga keuangan internasional (IFI
- International
Financial Institutions), yang didalamnya terdapat Bank
Dunia dan Asian Development Bank (ADB)
Terkait dengan pemberitaan mengenai diluncurkan StAR
(Stolen Aset Recovery) Initiative oleh Bank Dunia dan
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tanggal 17
September 2007 yang lalu dan pemberitaan mengenai
kekalahan majalah Time dalam peradilan di Indonesia
dalam upaya mengungkap korupsi yang dilakukan oleh
rejim Soeharto, maka debtWatch Indonesia bekerjasama
dengan GeRak Indonesia dan AJI Bandung mengundang
untuk hadir dalam Diskusi Publik yang bertemakan
"Hutang Indonesia dan Korupsi, Bagaimana Solusinya?
pada:
Hari/Tanggal : Sabtu, 27 Oktober 2007
Waktu : Jam 13.00 Selesai
Tempat : Distro Channel Cafe
Jl. Dalem Kaum no. 43, Bandung
Acara : a. Putar Film "The Debt of Dictators"
b. Diskusi Publik, dengan pembicara
- Arimbi Heroepoetri (DebtWatch Indonesia)
- Harlan M. Facra (GeRak Indonesia)
- Nursawal (AJI Bandung, Radio Mara)
c. Pameran
Kehadiran Bapak/Ibu/Saudara/i sangat kami harapkan
dalam memberikan masukan dalam penanganan masalah
hutang dan korupsi di Indonesia. Demikianlah undangan
ini kami sampaikan. Atas perhatian dan
keikutsertaannya, kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
Arimbi Heroepoetri
Direktur debtWatch Indonesia
Terms Of Reference
Diskusi
"Hutang Indonesia dan Korupsi, Bagaimana
Solusinya?"
A. Dasar Pemikiran
StAR (Stolen Asset Recovery) Intitiative oleh Bank
Dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, melalui kantor
Urusan Obat Terlarang dan Kejahatan (UNODC)
diluncurkan pada 17 September 2007 lalu. Dalam
dokumennya yang dirilis kepada publik, tercantum 10
bekas pemimpin yang disebut sebagai pencuri aset
negara bernilai miliaran dolar, dimana Soeharto
sebagai mantan presiden Indonesia mendapatkan
peringkat pertama yang disusul oleh mantan presiden
Filipina. Terkait dengan hal tersebut, pemerintah
Indonesia kemudian membuat pengumuman bersama pada 25
September 2007 antara pemerintah Indonesia dan Bank
Dunia, yang pada intinya mengumumkan kerjasama baru
yang terkait dengan diluncurkannya StAR tersebut,
dimana Bank Dunia bermaksud membantu melacak harta
hasil korupsi selain melakukan kerjasama di bidang
pengurangan kemiskinan, keberlanjutan lingkungan,
investasi infrastruktur dan pengembangan sektor
swasta.
Seperti kita ketahui bahwa peranan lembaga keuangan
internasional yang memiliki misi pasar global
terhadap pemerintahan Indonesia telah mempengaruhi
segala sendi kehidupan rakyat Indonesia, dimana
diantaranya terdapat Bank Dunia dan IMF di dalamnya.
Sejak pemerintahan Orde Baru yang dipimpin oleh
Presiden Soeharto pada tahun 1967, Indonesia sudah
melibatkan diri pada lembaga-lembaga tersebut untuk
melakukan pinjaman atas nama pembangunan Indonesia.
Pemerintah Orde Baru, yang dipimpin Presiden Soeharto,
ini berkuasa selama lebih dari 32 tahun (1965-1998).
Pemerintahan ini ditopang oleh pinjaman
lembaga-lembaga tersebut. Namun, pinjaman ini mulai
tampak merugikan bangsa Indonesia ketika Indonesia
mulai menghadapi krisis ekonomi dan moneter dimana
puncaknya terjadi pada tahun 1997-1998, yang
menyebabkan jatuhnya pemerintahan Presiden Soeharto
pada Mei 1998. Di saat inilah baru dirasakan
sedemikian kuat cengkraman kekuatan lembaga-lembaga
tersebut terhadap negara-negara berkembang yang baru
melangkah menuju pasar global.
Seperti kita ketahui, tahun 1998 juga dianggap sebagai
era reformasi bagi bangsa Indonesia. Di tahun itu
bangsa Indonesia memasuki era demokrasi dan terlepas
dari cengkraman rejim Soeharto yang menjalankan
pemerintahannya dengan otoriter dan dianggap korup.
Sementara itu, di era reformasi juga memunculkan
kekuatan baru yaitu media dan masyarakat sipil yang
berupaya memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme
(KKN). Namun setelah berjalan hampir 10 tahun
berjalannya era reformasi di Indonesia, masih banyak
pertanyaan yang terkait dengan pemberantasan korupsi,
pemulihan kondisi ekonomi dan moneter di Indonesia.
Juga terkait dengan pemberitaan terakhir mengenai
kekalahan majalah Time di pengadilan dalam kasus
penguakan korupsi yang dilakukan oleh rejim Soeharto
selama masa pemerintahannya, menunjukkan masih
lemahnya kekuatan media dan masyarakat sipil dalam
upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
Untuk mencermati upaya-upaya lembaga keuangan
internasional mengontrol politik dan ekonomi Indonesia
menuju pasal global melalui kesepakatan pinjaman
hutang baik yang dilakukan Bank Dunia maupun IMF
dan mencari solusi atas masalah yang muncul akibat
pinjaman lembaga keuangan internasional tersebut, maka
peserta pelatihan MDBs ke-15 - Debwatch
menyelenggarakan Diskusi Publik yang menghadirkan
pembicara dari lembaga pengamat hutang, lembaga
pengamat korupsi dan media dengan tema "Hutang
Indonesia dan Korupsi, Bagaimana Solusinya?"
B. Deskripsi Kegiatan
1. Tujuan Kegiatan
Kegiatan ini bertujuan untuk:
a. mensosialisasikan isu hutang Indonesia dan
dampaknya terhadap kebijakan pemerintah
b. melihat keterkaitan antara isu korupsi di Indonesia
dengan isu hutang Indonesia
c. melihat peranan media dalam mengawal keterbukaan
informasi bagi publik dan menjadi pengawas dalam upaya
mengkritisi kebijakan pemerintah dalam transparansi
penggunaan dana publik.
d. Mencari solusi untuk mengatasi hutang Indonesia dan
korupsi di Indonesia dengan memperkuat jaringan antara
media dan masyarakat sipil di Indonesia
2. Bentuk Kegiatan
Kegiatan ini terdiri atas dua kegiatan yang
dilaksanakan secara bersamaan, yaitu:
a. Putar Film "The Debt of the Dictators" (46
menit)
b. Diskusi Publik, yang menghadirkan pembicara sebagai
berikut:
- Arimbi Heroepoetri dari Debwatch (lembaga pengamat
hutang Indonesia)
- Harlan M. Facra dari GeRak Indonesia (jaringan
gerakan rakyat dalam pemberantasan korupsi) dan
- Nursawal dari AJI Bandung (media, Radio Mara)
c. Pameran produk lembaga-lembaga yang terkait dengan
isu-isu hutang Indonesia dan gerakan anti korupsi,
seperti buku, poster, stiker, kaos dll
3. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Sabtu, 27 Oktober 2007
Waktu : Jam 13.00 selesai
Tempat : di Distro Channel Café
Jl. Dalem Kaum no. 43, Bandung
Yulia Siswaningsih
Mobile 62-815-1322-0269
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
=====================================================
Pojok Milis Komunitas FPK:
1.Milis komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS
2.Topik bahasan disarankan bersumber dari KOMPAS dan KOMPAS On-Line (KCM)
3.Moderator berhak mengedit/menolak E-mail sebelum diteruskan ke anggota
4.Kontak moderator E-mail: [EMAIL PROTECTED]
5.Untuk bergabung: [EMAIL PROTECTED]
KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/