Tapi bu Yuli, sekalipun kita sudah sopan dan taat aturan, belum tentu selamat 
juga lho....kan sangat tergantung juga dengan sopan santun dan taat aturannya 
pengguna jalan lain. Saya sudah 4 kali di serempet motor yang zig zag mencari 
jalan lewat celah2 antara mobil. Padahal, dari 4 peristiwa tersebut, mobil 
dalam kondisi berhenti di lampu merah dan lurus dengan mobil depan dan 
belakang. Motor zig zag karena mau mengambil arah berbeda, dari kiri ke kanan, 
atau kanan ke kiri. Apa mau dikata? Mereka toh langsung kabur tanpa noleh 
sedikitpun. Hanya satu yang "sedikit sopan" dengan melambaikan tangan minta 
maaf, tp ya tetep aja ngeloyor pergi.....




----- Original Message ----
From: Yuliati Soebeno <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, October 24, 2007 9:49:43 AM
Subject: Re: [Forum Pembaca KOMPAS] Was- "Angkotway" di Margonda ...-Bung 
Rudyanto

Hua...ha..ha. .Bung Rudyanto ini lucu banget. Kapan traffics regulations di 
Indonesia akan meniru traffics regulations di Inggris?? Lha wong SIM nya saja 
hanya "nembak!"
Kalau di Inggris kan benar-benar harus belajar "driving according to the 
rules". Setiap pengendara mobil harus punya sopan santun bagi pengendara mobil 
lain-nya.
Kalau Indonesia mana ada? Motor nyalib didepan kita untuk belok kanan, dan 
mengambil dari sebelah kiri dan menyenggol mobil kita, malahan melotot kan 
mata. Apa mau mengucapkan "Maaf ya? Saya tidak tahu sopan santun dijalanan" 
Sama sekali tidak.

Di Inggris kalau belum canggih menyupirnya tidak akan diluluskan, walaupun 
harus tiga kali bolak-balik ujian. Maka setiap pengendara kendaraan saling 
berlaku sopan terhadap pengendara kendaraan lain-nya, karena memang benar-benar 
dilatih untuk bersopan santun kepada setiap sopir lain nya dijalan. Yang selalu 
dikatakan oleh para "driving instructure" :"Observe the other traffics, stop at 
the junctions, look right..then left..then right again...now you can move when 
everything is safe".
Kalau disini...boro- boro berhenti kalau mau belok kiri atau kanan...malah 
ngeloyor saja! Tanpa memperdulikan tarffics di "main roads".
Namun di Inggris kan setiap orang menyupir untuk diri sendiri, bukan? Jadi 
tidak ada sopir-sopir yang digaji, yang ugal-ugalan dan tidak sopan serta 
kurang ajar. Apalagi kalau sidah menyupir mobil TUAN nya yang Mercedes atau BMW 
atau mobil mewah lain-nya. Sepertinya merasa dia lah yang selalu benar dan 
pemilik jalanan.
Trus...satu lagi yang menjengkelkan. ..para sopir pengendara mobil mewah 
tersebut sering buang sampah dengan membuka jendela lalu melemparkan sampahnya 
begitu saja dimanapun. Juga puntung rokoknya.Hemmm. ...

Apa kata dunia nantinya kalau traffics regulations di Indonesia sangat teratur 
dan benar-benar saling bersopan santun dijalan? Lah wong pak Polisi nya sendiri 
juga "ambur-adul" kok nyopirnya? Bagaimana bisa mengharapkan rakyat biasa untuk 
berdisiplin?
Round-abouts? ?....trabak saja dari sebelah kiri.....traffics dari kanan 
didulukan? Mana gua peduli?? Kata mereka. Emangnya elu gua pikirin? 
Aturan kan gua yang buat, bukan kamu, begitu barangkali yang ada di-otak para 
sopir-sopir yang ugal-ugalan itu.

Jadi jangan mengharap banyak deh bung Rudy........ kita sendiri saja yang 
berbuat disiplin dan sopan dijalan. Dengan begitu kita akan selamat sampai 
ditujuan.
Kita anggap saja kendaraan yang tidak punya sopan santun itu angin lalu....para 
begundal yang gak tahu traffics rules.

Salam,
Yuli

rudyanto_nebeng <[EMAIL PROTECTED] s.com> wrote:
Mungkin maksudnya arus kendaraan dari Jakarta diberi waktu 6 menit 
lebih lama dari arus sebaliknya. Konsep ini sebenarnya sudah 
diterapkan di lampu lalu lintas, arus kendaraan yang lebih banyak/
padat diberi waktu lampu hijau lebih lama.

Kebijakan angkotway sebenarnya sudah diterapkan di perempatan Slipi, 
tapi kuncinya tetap harus ada polisi yang nongkrong karena kalau 
tidak, kebijakan ini pasti dilanggar.

Sebenarnya kalau pemakai lalu lintas sudah disiplin, tidak perlu 
dibatasi dengan traffic cone, cukup diwarnai dan ditulisi BUS LANE 
seperti di Inggris.

Faktor kedisiplinan ini pula yang membuat bundaran Kelapa Gading 
terkadang macet total. Kalau di Inggris, ada aturan lalu lintas bahwa 
saat melewati roundabout (bundaran), pengemudi harus memberikan jalan 
pada kendaraan yang sedang melaju dari arah kanannya jadi walaupun 
lalu lintas padat, tidak akan menyebabkan macet total akibat 
kendaraan saling kunci.

Best Regards,
Rudyanto



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke