Tapi benar Pak Manneke, waktu baca berita itu saya juga heran, kok anggaran malah dibuat untuk sosialisasi ke rakyat Indonesia bahwa mereka menyebut 'Indon' tanpa pretensi negatif. Kalau bijak, mestinya ya mereka yang berubah kan, anggaran dipakai untuk sosialisi internal merubah kebiasaan mereka memanggil kita dengan 'Indon'. Kalau begini kan seolah kita yang salah, dipanggil Indon aja kok marah.....aneh....
Salam, ----- Original Message ---- From: manneke budiman <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Wednesday, October 24, 2007 10:39:06 AM Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Re: Parlemen Malaysia Bahas kata "Indon" Daripada buang-buang duit buat kasih pengertian ke rakyat Indon... eh, maksudnya, rakyat Indonesia, lebih baik anggarannya dipakai buat kasih pengertian ke rakyat Malaysia supaya tak lagi pakai istilah "Indon". Wong yang disebut Indon gak seneng kok. Ya udah diganti ajalah. Aslinya juga "Indonesia" kan, bukan "Indon"? Nanti di Indonesia orang akan ikut-ikutan jahil menyebut Malaysia dengan istilah "Malas" lho. Mau enggak? Mau aja deh, supaya DPR Indonesia bisa usul ada anggaran untuk memberi pengertian ke orang Malaysia supaya tak tersinggung dengan sebutan "Malas." Cuma becanda. Jangan ada yang tersinggung ya. Nanti perlu bikin anggaran lho :)) manneke Agus Hamonangan <agushamonangan@ yahoo.co. id> wrote: http://www.kompas. com/ver1/ Internasional/ 0710/24/095625. htm
