Rakyat Merdeka, Rabu, 24 Oktober 2007

 


POLiTiSiANA


Malaysia, Oh Malaysia


 

OLEH ADHIE M MASSARDI

 


HUBUNGAN emosional Malaysia dengan Indonesia telah sampai pada puncaknya.
Pemakaian lagu Rasa Sayang(e) sebagai
backsound iklan wisata Malaysia Truly Asia boleh disebut
sebagai simbol “penyautuan bangsa serumpun” itu di bumi Nusantara.


 


Sayang, sebagian dari kita kurang paham makna pemakaian lagu rakyat Maluku
itu oleh Malaysia. Sehingga menuduh Negeri Jiran itu membajak lagu kita.
Padahal orang Malaysia santai-santai saja ketika PT Lapindo Brantas menjadikan 
Porong
di Sidoarjo, sebagai “truly kuala
lumpur”, hingga terkenal ke antero dunia.


 


Makanya, saya sependapat dengan Menteri Kebudayaan, Kesenian dan Warisan
Malaysia Datuk Seri Dr Rais Yatim. Kita memang tak layak mengklaim lagu itu
milik kita dan tak boleh dinyanyikan bangsa lain. Apalagi faktanya orang 
Malaysia
justru lebih menjiwai Rasa Sayange
ini dibandingkan kita yang mengaku pemilik lagu.


 


Lihatlah, kita tutup mata atas jutaan hektar hutan yang digunduli. Lalu
datang orang Malaysia merawat dan menjadikannya perkebunan sawit. Kita punya
banyak pulau, tapi dibiarkan tak terurus. Oleh Malaysia dirawat dan dijadikan
tempat wisata, seperti Sipadan dan Ligitan itu. Ada jutaan penganggur,
pemerintah kita membiarkan mereka tetap menganggur. Ratusan ribu di antaranya
kemudian nyeberang ke Malaysia. Di sana diberi pekerjaan. 


 


Coba tanya, benarkah kita pemilik Rasa
Sayange itu? Benarkah pemerintah yang operasionalnya kita biayai itu punya Rasa 
Sayange (kepada rakyat)?


 


Tapi bagaimana dengan sejumlah TKI kita yang disiksa, wasit yang dipukuli,
dan istri diplomat yang diperlakukan mirip pesakitan? Jangan salahkan Malaysia.
Kan ada pepatah: guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Jadi Malaysia
juga bukan hanya belajar yang baik-baik dari kita, tapi juga yang
buruk-buruknya, termasuk soal mukul wasit itu. Kata teman saya orang Malaysia,
jangankan wasit, bekas wakil perdana menteri saja kalau disangka bersalah ya
dipukuli polisi Diraja. Itulah Anwar Ibrahim. 


 


Yang menarik, ketika kita
blingsatan dan mengutuk Malaysia
seraya mengancam memutuskan hubungan diplomatik, orang Malaysia tetap bekerja, 
tetap
belajar, tetap mengembangkan ilmu pengetahuan dan sains. Satu warganya, Sheikh
Muszaphar Shukor Al Masrie bin Sheikh Mustapha, 36, melesat ke luar angkasa 
sebagai
astronot. 


 


Memang, seperti kata kawan saya yang sedang studi S2 di sana, tidak sedikit
juga budak Malaysia yang merendahkan
Indonesia. Tapi itu kan juga lantaran orang Melayu yang paternalistik.
Maksudnya, kalau Bapak kita, pemimpin politik kita tidak bermartabat, tidak
berwibawa, kagak jelas pendiriannya, kita sebagai anak (bangsa) niscaya
dilecehkan. Coba Bapak kita modelnya kayak Hugo Chavez, Morales atau
Ahmadinejad, pasti lain perlakuannya. Jadi ini soal kepemimpinan nasional.


 


Lha, kenapa juga kalau melihat Malaysia bawaannya kita meradang, maunya
langsung mengganyang? Kita boleh dihina bangsa lain, dikalahkan bangsa lain,
tapi tidak dengan Malaysia.


 


Terus terang, kalau ini asli kesalahan Soekarno. Sebagai “dokter bangsa”,
Bung Karno kebanyakan alias “over dosis” saat menyuntikkan virus “anti-Malaysia”
pada bangsa ini (1962-1965). Akibatnya, kita jadi suka  “ketagihan” nyerbu 
Malaysia. 


 


Untuk menghentikan “katagihan” ini, tak ada cara lain kecuali membongkar
kembali peristiwa masa lalu itu, dan menguburnya secara layak. *** 








__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



=====================================================
Pojok Milis Komunitas FPK:

1.Milis komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS
2.Topik bahasan disarankan bersumber dari KOMPAS dan KOMPAS On-Line (KCM)
3.Moderator berhak mengedit/menolak E-mail sebelum diteruskan ke anggota
4.Kontak moderator E-mail: [EMAIL PROTECTED]
5.Untuk bergabung: [EMAIL PROTECTED]

KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke