Kebetulan, saya kenal advertising yang mengerjakan beberapa iklan Gudang Garam termasuk yang Tahun Baru lalu. Iklannya memang kolosal dan sangat ngIndonesia. Dia pernah cerita bahwa prosesnya pun sangat rumit akan tetapi penuh ambisi untuk mengangkat budaya lokal yang khas Indonesia.
Dalam perjalanan produksinya ternyata tidak mudah, selain lokasi yang akan dicapai ternyata daerah-daerah tersebut tidak mempunya fasilitas shooting (seperti genset) yang mumpuni. Mereka pernah berfikir untuk mengajak dan menggandeng pihak Pariwisata untuk menjadikan iklan ini sebagai "pemantik" kepedulian kepariwisataan Indonesia. Nah.. saya rasa kalau memang Kementrian Pariwisata peduli dengan aspek ini, kenapa tidak untuk coba dijajaki kerjasama. Jangan cuma sibuk dengan "RasaSayange" namun tidak melakukan kegiatan nyata untuk membagun promo pariwisata Indonesia. Perihal VCD atau DVD.. nanti coba saya tanyakan Motulz Bambang Riyanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Iklan2 rokok memang selama ini lebih kreatif dan sarat dengan pesan humanis. Selain karena memang tidak diperbolehkan menampilkan secara eksplisit, juga karena dana untuk iklan - bisa dikatakan - "unlimited". Maka iklan2 yang dibuat sering fenomenal, terutama oleh raksasa rokok Djarum dan Gudang Garam. Isinya bagus, sarat makna, dan ditampilkan dengan indah.
