http://www.kompas.com/kompas-cetak/0711/15/utama/3991812.htm
========================

Jakarta, Kompas - Kongres XXII Serikat Penerbit Surat Kabar atau SPS,
Rabu (14/11) di Jakarta, memilih Pemimpin Grup Jawa Pos Dahlan Iskan
sebagai ketua umum dewan pimpinan pusat organisasi tersebut untuk
periode 2007-2011.

Sementara itu, Presiden Komisaris PT Kompas Gramedia Jakob Oetama,
yang dalam dua periode kepengurusan SPS sebelumnya menjadi ketua umum,
sekarang menjadi ketua dewan pertimbangan. Direktur Galamedia Bandung
Perkasa M Ridlo Eisy menjadi Ketua Badan Pengurus Harian SPS.

"Itulah susunan kepengurusan yang dihasilkan formatur dalam 2,5 jam
rapat," kata Direktur Utama PT Pikiran Rakyat Bandung Syafik Umar saat
mengumumkan kepengurusan tersebut dalam Sidang Pleno SPS yang
berlangsung kemarin sekitar pukul 15.45. Formatur ini diketuai Dahlan
Iskan dengan anggota Jakob Oetama dan Syafik Umar. Dalam kepengurusan
SPS kali ini, Syafik menjadi salah satu ketua dewan pimpinan pusat.

Selain memilih pengurus, Kongres SPS yang berlangsung dua hari itu
juga menghasilkan delapan rekomendasi. Turut juga disusun garis besar
program kerja yang terdiri dari lima bidang utama, yaitu kampanye,
penguatan bisnis pers, kajian pasar media cetak, event, dan publikasi.

Mutlak perlu

Dari delapan rekomendasi yang dihasilkan, rekomendasi pertama
menyatakan, konvergensi media adalah sebuah keniscayaan yang mutlak
perlu diantisipasi para penerbit media cetak melalui peningkatan
sumber daya manusia perusahaan pers dalam penguasaan informasi dan
teknologi.

Dalam dua seminar yang dilaksanakan SPS Selasa lalu, beberapa kali
dinyatakan konvergensi memang tidak dapat dihindari jika ingin terus
eksis. Sebab, menurut Direktur Utama PT Exelcomindo Pratama Hasnul
Suhaimi, dari penelitian Jupiter Research tahun 2006 terlihat bahwa
orang-orang di Eropa setiap hari menggunakan tiga jam untuk internet,
sementara untuk membaca koran hanya tiga jam setiap minggu.

Pemimpin Redaksi Detik Com Budiono Darsono menuturkan, konvergensi
menuntut wartawan memiliki etika jurnalistik yang bagus dan bakat yang
tinggi. Beban kerja wartawan juga akan makin tinggi karena harus siap
setiap hari dan menguasai berbagai bidang.

Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Thoriq Hadad melihat, dengan sedikit
latihan, wartawan sekarang secara umum sudah siap masuk ke era
konvergensi. Kendala terbesar justru dari konvergensi, seperti belum
meratanya pengertian tentang hal itu di kalangan pengelola media. (NWO) 

Kirim email ke