Pak Pasaribu, sebagai mantan orang dalam BPPN membaca statement anda bahwa tidak menyangkal jika ada oknum BPPN yg nakal maka mestinya yang diturunkan ke sana bukan BPK apalagi sudah berkali2 melakukan pemeriksaan. Mungkin itu sudah diluar lingkup pemeriksaan BPK. Jadi sebaiknya KPK lah harus bertindak.
Salam. ----- Original Message ----- From: Godlip Pasaribu To: [email protected] Sent: Friday, November 30, 2007 8:35 AM Subject: Re: [Forum Pembaca KOMPAS] TEMASEK Pak Mahulae, Saya juga ex karyawan BPPN dan termasuk salah satu yang masuk ke Bank Recap yang anda maksud. Saya masuk ke Bank Recap bukan ditempatkan tetapi melamar sendiri. Tentunya Bapak tahu bahwa BPPN hanyalah pelaksana atas kebijakan yang ditetapkan dari atas. Saya tidak menyangkal jika ada oknum karyawan BPPN yang nakal. Tetapi sudah berkali-kali diperiksa oleh BPK kayaknya belum ada tuh yang ketangkap seperti di KPU dan Komisi Yudisial. Salam. --- Hironimus Mahulae <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Pa Gondip, > Temasek bukan hanya punya duit tapi mereka memang > pintar. Lihat saja strategi mereka membeli salah > satu bank bekas rekapitulasi. Awalnya mereka > menempatkan banyak pentolan-pentolan eks BPPN di > jajaran managemen sebagai balas jasa atas "PRESTASI" > mereka menjual saham bank rekap dengan murah. Tapi > sekarang mungkin mereka sudah DITENDANG karena tidak > dibutuhkan lagi. Kalau kita sepakat bahwa BPPN > (Badan Penjual dan Penggadaai Negara) adalah yang > bertanggung jawab atas ini, tuntutan kita arahkan > kesana termasuk penyelesaian dana BLBI. > Dan harus diingat (janganlah jadi bangsa pelupa) > sebagai dosa mereka terhadap generasi bangsa ini. > > salam. [Non-text portions of this message have been removed]
