Sosok Santa Klaus yang muncul di sekitar Natal sudah lama dikooptasi industri hiburan dan perdagangan. Santa pun memberi makan ikan di akuarium Seaworld, Ancol. Kini, Santa juga mbecak, menarik becak di mal.
Santa Klaus, sosok tambun berjenggot dengan baju merah, itu menarik becak. Dia menunggu "penumpang" di Mal Artha Gading, Jakarta Utara. Ia mengajak pengunjung berfoto bersama becaknya dengan biaya Rp 50.000 sekali jepret. Santa mbecak itu digagas studio foto Y Studio, milik Alung, yang tiap tahun menawarkan jasa "Photo With Santa". Pengusaha foto itu merasa perlu ada pembaruan dalam sosok Santa untuk menarik konsumen. Ia lalu menggagas Santa sebagai penarik becak. "Rusa Santa Klaus sudah tua. Ia bingung harus cari kendaraan apa. Di Indonesia dia melihat becak," tutur Alung memberi alasanĂ¢Â€"jika sewaktu-waktu ditanya anak-anak. Maka, terjadilah menurut kehendaknya. Alung menyewa becak dari seorang tukang becak di Tangerang. Ia sulap becak yang semula kusam itu menjadi becak Santa yang berhiaskan pita lilit dari rumput sintetis, lonceng emas, dan boneka salju. Santa yang mbecak itu adalah David Fermiadi (24). Santa dan becaknya kini setia menunggu pengunjung mal. Ia dengan ramah menawari anak dan orangtua untuk berpose bersama. Latar belakang foto berupa lukisan pohon berselimut salju. Damai di bumi, damai di air Lain di mal, lain pula di Ancol. Di kolam Seaworld, Ancol, Jakarta Utara, Santa Klaus menyelam di akuarium besar. Ia membagi-bagikan hadiah berupa pakan untuk ikan. Dodi Hardiana (26), yang sehari-hari sebagai pengurus akuarium di Seaworld, bertugas sebagai Santa air itu. "Kalau Natal, penyelam yang memberi makan ikan juga harus memakai kostum Santa Klaus. Kami membagi-bagikan sekitar 120 kilo ikan untuk makanan ikan di kolam utama," kata Dodi. Karena terbuat dari wol, pakaian Santa menjadi berat dan membuat Dodi kurang bebas bergerak di air. Namun, Dodi cukup lincah. Sambil memberi pakan ikan, Santa sesekali melambai- lambaikan tangan ke arah penonton yang menonton dari luar kolam. "Karena tidak bisa berbicara dalam air, maka penyelam berkomunikasi dengan bahasa tubuh. Ia melambaikan tangan ke pengunjung," kata Dodi. Santa juga berkomunikasi dengan ikan di kolam yang telah menanti makanan berupa ikan tongkol, kembung, dan selar. Dodi tidak menebar makanan, tetapi menyuapi ikan satu per satu. "Mudah membedakan mana ikan yang lapar dan tidak. Kalau masih berada di dekat kita, itu tandanya mereka minta disuapi. Yang sudah kenyang akan langsung menjauh," kata Dodi. Santa juga memberi makan ikan hiu. Kali ini Santa dimasukkan ke dalam semacam kerangkeng untuk melindunginya dari serangan hiu yang tergolong hewan pemakan daging itu. Santa Klaus air menjadi program tetap Natal Seaworld dalam lima tahun terakhir. Santa akan beraksi pada tanggal 23, 24, dan 25 Desember nanti. Seaworld saat itu diperkirakan akan dipenuhi 5.000 hingga 7.000 pengunjung. "Mereka ingin melihat Santa Klaus membagi hadiah untuk para ikan," kata Frans Ferdinansyah, Marketing Executive Seaworld Indonesia. Begitulah di mal, di air, Santa Klaus beraksi untuk menghibur anak-anak. Dodi dan David hanyalah bagian dari jutaan Santa di jagat industri. Percayakah Anda kepada Santa? "Saya percaya, itulah keajaiban Natal," kata David, Santa Klaus mbecak itu. Ho.. ho.. ho...! (A11/A08) http://www.kompas.com/kompas-cetak/0712/19/Natal/4084217.htm
