Pemompaan air tanah memang penyebab subsidence, tetapi pemompaan ini terpaksa karena air permukaan tidak cukup. Untuk mengapungkan kembali Jakarta perlu pengisian air tanah tapi harus sama kualitasnya dengan yang dipompa, lantas dari mana ya, PAM saja tidak cukup dan tidak layak minum.
rzain --- In [email protected], Lisman Manurung <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Pertanyaan 'apakah Jakarta akan ambles' muncul kemarin > (Jum-at 15 Februari 2008) dalam ra-ker badan > independen Pemda DKI yang mengevaluasi lingkungan > kota: KELK. Raker ini dihadiri oleh Bian Poen, dan > sejumlah tokoh gaek yang memerhatikan ancaman > lingkungan Jakarta. > > Paparan Dinas Pekerjaan Umum mengenai pengendalian > banjir, tampaknya menjadi sasaran pertanyaan Bian > Poen. Ia bertanya: berapa (cm) penurunan permukaan > kota Jakarta? > > Kalau begawan kota Jakarta itu bertanya, maka itu > artinya ia ingin menggiring forum untuk mencari tahu > sesuatu yang lebih penting. Karena Dinas PU hanya > diwakili setingkat kepala seksi, maka paparan mengenai > pengendalian banjir secara garis besar adalah paparan > rencana detil seperti pembuatan situ, perbaikan fungsi > bantaran kali dan semacam itu. Jadi pertanyaan berapa > cm itu memang tidak terjawab. > > Singkat kata, ra-ker yang diikuti 20an orang itu > memerhatian penurunan permukaan Jakarta, serta ancaman > yang tengah mengancam Jakarta dalam 20-30 tahun > mendatang. > > Dan, kepada DTKJ pak Bian Poen bertanya, berapa banyak > orang diangkut oleh bus prioritas (bus way), dan jika > semua koridor sudah terbangun, maka berapa banyak yang > akan terangkut. Menanggapi hal ini saya menempatkan > diri sebagai elemen sebuah badan independen yang tidak > mengurusi aspek perencanaan. Saya katakan kepada > beliau: pertanyaan ini akan saya sampaikan kepada > Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta. Saya tambahkan, > bahwa saya paham maksud beliau, dalam arti jika > pertanyaan itu diubah, maka bunyinya adalah: Punya > engga perencanaan yang matang (termasuk analisis > dampak lingkungannya) dengan bus way mu itu... > > Anyway, kembali ke masalah banjir, maka yang kemudian > mengemuka ialah penggunaan air tanah yang massif. > Jakarta menyedot air tanah untuk kebutuhan.Hal ini > menyebabkan pengrusakan dahsyat di bawah tanah > Jakarta, dan karenanya penurunan permukaan adalah > salah satu akibatnya. Namun demikian, karena > pertanyaan tajam para begawan itu tak obahnya > nabi-nabi yang berseru-seru dari padang gurun, maka > paling banter orang bilang: > Siapa takut? > > > Catatan: KELK adalah singkatan Komite Evaluasi > Lingkungan Kota.
