Kalau dari penjelasan bapak rudy, kesimpulan saya sih, apapun bisnis angkutan, 
mau transjakarta / angkot, dua2nya adalah bisnis yang menguntungkan. Persoalan 
bagaimana kelangsungannya ya tergantung manajemen masing2 kan. Saya lihat 
belakangan ini banyak transjakarta yang kurang terawat penampilannya dan suka 
ada yang mogok di jalan. Saran saya sih karena sudah terbukti hasilnya dalam 
memanage transjakarta, anggota konsorsium yang sekarang itu jangan dipakai lagi 
oleh pemerintah DKI setelah kontrak berakhir, saya yakin masih banyak 
perusahaan yang mau dan mampu, jika proyek transjakarta di buka secara 
transparant tendernya. Rute sudah diproteksi, jumlah penumpang bisa 
diprediksikan dan bank2 pastinya mau kasih kucuran kredit. Bisa ngantri2 tuh 
yang ikut tender, asal ndak main suap menyuap yang menghabiskan waktu dan 
materi kelewat besar, jelas bikin kabur calon investor ;))

Best Regards,

Eric Soesilo
[EMAIL PROTECTED]
0815-13-899-899
PIN : 67f04d01
YM : ericsoesilo

Sent from my E61i
With Indosat Blackberry

-----Original Message-----
From: "Rudy Thehamihardja" <[EMAIL PROTECTED]>

Date: Tue, 11 Mar 2008 20:39:23 
To:<[email protected]>
Subject: RE: [Forum Pembaca KOMPAS] Re: JALUR BUSWAY TIDAK BOLEH UNTUK 
KENDARAAN UMUM LAGI.


Transjakarta itu adalah yang sistim yang dimaksud dalam UU
Dimana konsorsium cukup mendapatkan keuntungan yang sudah ditentukan,
Dan semua sudah pasti........jadi betul2 sebagai operator...- karyawan
tetap........
Dalam kondisi yang sudah tidak berketentuan, lalu ada solusi yang pas dengan
kemampuannya, maka mau apa lagi....ambil saja.
Itu kalau bicara konsorsium Transjakarta

Kalau bicara pengusaha angkot.....ceritanya lain lagi.
Saya pernah diskusi dengan seorang yang baru mendapatkan rejeki
mendadak..... Lalu dibelikan angkot....
Waktu saya tanya.....kenapa.........jawabannya sangat logis.
Bagaimana bisa mendapatkan biaya dapur sebesar 40-50 ribu per hari
Dengan uang hanya 30 juta dan tahan sampai dengan 3-4 tahun.

Apakah dia berpikir untuk meremajakan angkotnya......tidak tuh,
Hanya berharap dengan uang 30 juta dapur nya dirumah bisa ngebul 3-4 tahun.
Terus saya tanya, mau ditambahin nggak....ah nggak mau...
Siapa yang akan bawa..... kakak ipar, daripada setiap hari minta uang.
Suruh saja jadi sopir, khan sudah bisa menghidupi 2 rumah tangga.
Yang saya tau sekarang dia itu hanya mengoperasikan kendaraannya sampai
mendapatkan yang ditargetkan untuk dapur rumah tambah cicilan.

Apakah itu nama nya suatu kegiatan bisnis angkutan...saya tidak tau.
Apa bisa bertanggung jawab terhadap penumpang....pasti

Apakah akan berkesinambungan.........tidak tuh
Karena bengkel aja tidak punya, rusak aja terus coba2 betulin sendiri.
Bicara pelayanan dengan mereka.....

Apakah jenis pelayanan publik yang bisa diharapkan....tidak
Apakah ini jenis pelayanan publik yang dimaksud dalam UU...tidak juga.
Tapi kenapa jadi berkembang seperti ini.

?????

 Rudy Th

Kirim email ke