Rekan-rekan,
Kalau ada kesempatan tanya2 sama kondektur2 bus Coba deh, tanya. Sehari tuh mereka WAJIB mengihlaskan berapa banyak penumpang seperti itu tidak bayar. Kalau mereka masih mau berdiri sih, sama Kondektur di ihlaskan deh. Kalau yang Kondektur suka marah sih, yang masuk bus sebelum penumpang masuk terus ambil tempat duduk. Dan kalau ditagih...siap2 aja diinjak... Atau pakai Pakaian preman, dan duduk pula. Di kantor saya sudah sering mengobati Kondektur kukunya hampir copot, karena diinjak oleh orang2 yang bertampang sangar dan sok gagah..pakai spatu boot nya. Itu salah satu akibatnya kalau berani nagih yang sangar dan gagah, akibat lainnya bisa2 keluar dari terminal sudah ditunggu oleh teman2 yang ditagih, surat2 bus diambil dan harus tebus minimal 10 kali lipat dari apa yang ditagih dari nya. Itulah kehidupan Kondektur angkutan umum, yang kadang2 lebih sering dihinakan oleh sebagian kecil anak bangsa yang tidak tau dan menilai kehidupannya itu tidak bermutu, kasar, tidak sopan, dan urakan. Rudy Th _____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of A. Mubarik Ahmad Sent: 02 April 2008 20:14 To: [email protected] Subject: Re: [Forum Pembaca KOMPAS] Arogansi Oknum TNI/Polri di Bus antar Kota Itukan karena kondekturnya merasa kasihan saja sama 'oknum' TNI/POLRI itu.
