Saya koq baca bus khusus wanita di jalur busway jadi aneh sendiri 1. Kenapa nggak ada yang mengusulkan halte khusus perempuan juga khan mulai nya desak2 an dari halte juga.
2. Kalau sekarang saja nunggu bus nya sudah lama, lalu yang untuk wanita headway nya berapa menit....apa 30 menit sekali.....kebayang nggak tuh halte jadi seperti apa. Itupun kalau tepat, kalau tidak ? 3. Siapa yang akan jadi satpam di bus nya, kalau ktemu penumpang laki2 yang ndableg...langsung naik, trus apa mau di getok pakai palu ? 4. kalau sudah jalan, seperti biasanya ntar urusan budgetnya yang dimasalahkan, uang rakyat lah kebanyakan digunakan untuk bus itu dll. Belum lagi kalau ntar di tender, dan pemenang tender itu perusahaan nya dikelola oleh setengah orang dan puluhan staff lapangan...... terjadi lho. 5. anggap saja kalau sudah jalan dengan 100% subsidi dari pemerintah dengan tidak memperhitungkan penggunaan APBD, siapa yang akan kelola? Bayaran aja nunggak. .....ntar kalau bulan January sampai maret tidak dioperasikan, karena tidak ada dana - seperti bus sekolah. Barangkali pihak yang melontarkan idea itu termasuk ketua BLU yang ikut mendukung nya, sudah memikirkan secara detail dan aplikatif tanpa ada masalah dikemudian hari, sehingga pak Gubernur tinggal mengesahkan saja, ....mudah2 an. Rudy Th -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Harya Setyaka Sent: 02 April 2008 17:07 To: [email protected] Subject: Re: [Forum Pembaca KOMPAS] Busway Khusus Perempuan? Ya Perlulah! - tapi tidak mendidik Pak, Obviously, bpk tdk punya anak perempuan. Kl bs preventif, knapa hrs menunggu kejadian baru teriak? Sy sih tdk rela hal tsb kejadian pd ibu saya.. Lebih baik prevevtif. Bus khusus wanita, bukannya bus khusus pria, artinya wanita bisa milih masuk bus khusus wanita atau yg campur/umum. Salam, -K-
