http://www.kompas.com/tekno.php/read/xml/2008/04/11/13274974/yahoo.coba.google.adsense.microsoft.meradang
SAN FRANSISCO, KAMIS - Perang dingin dalam penentuan status masa depan Yahoo di bisnis Internet kelihatannya semakin memanas. Hanya berselang tiga hari setelah menolak untuk kedua kalinya tawaran akusisi miliaran dollar AS dari Microsoft, Yahoo malah mencoba layanan iklan dari Google AdSense di hasil pencariannya. Pengujian akan dilakukan selama dua minggu dan hanya dibatasi tak lebih dari tiga persen trafik pencarian di Yahoo. Selain itu, uji coba hanya dilakukan pada trafik pencarian di AS saja. Iklan baris khas Google akan muncul di samping daftar hasil pencarian Yahoo. Meski demikian, Yahoo menegaskan bahwa uji coba ini bukan berarti pihaknya akan serta-merta bergabung dengan program Google AdSense. Kerja sama resmi lebih lanjut dengan Google juga belum tentu akan dilakukan. Tindakan Yahoo ini tentu saja membuat kubu Microsoft panas. Pengacara Microsoft, Brad Smith, menyatakan setiap persetujuan definitif antara Yahoo dan Google akan menguasai lebih dari 90 persen pangsa pasar iklan Internet. "Ini akan membuat pasar sangat tidak kompetitif, jauh sekali dengan proposal kami untuk mengakuisisi Yahoo," ujar Smith. Sejauh ini, Microsoft tetap bersikeras menetapkan tawaran 44,6 miliar dollar AS untuk mengakusisi Yahoo dengan membeli 31 dollar AS per lembar saham. CEO Microsoft Steve Ballmer sempat mengultimatum eksekutif Yahoo untuk segera menerima tawaran akusisi. Jia tidak, ia mengancam akan mengambil alih Yahoo dengan caranya sendiri, misalnya membeli saham-saam publik sebesar-besarnya. Microsoft merayu Yahoo dengan alasan penggabungan kedua perusahaan akan mampu menyaingi Google yang saat ini menguasai sekitar 67,5 persen pasar iklan Internet di AS. Yahoo saat ini menguasai sekitar 20,29 persen pasar iklan Internet, sedangkan Microsoft MSN hanya sekitar 6,65 persen. Namun, tawaran yang sudah diajukan Microsoft sejak 1 Februari 2008 lalu ditolak mentah-mentah oleh Yahoo dengan alasan terlalu kecil untuk perusahaan sekelas Yahoo. Dalam surat terbukanya Senin (7/4), CEO yahoo Jerry Yang menegaskan penolakannya meskipun masih membuka kesempatan kepada Microsoft dan perusahaan lainnya untuk nilai penawaan lebih tinggi. Selain merapat ke Google, Wall Street Journal menurunkan laporan bahwa Yahoo tengah menjajaki merger dengan AOL milik Time Warner. Sumber Yahoo menyatakan, jika disepakati, Time Warner bersedia membayar 20 persen kepemilikan di perusahaan gabungan.Uang tunai tersebut mungkin akan digunakan untuk membeli saham Yahoo dari kelompok yang menyetujui akusisi dengan Microsoft.(AP/WAH)
