http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/19/18431366/penonton.kecewa.tak.ada.air.jadi.bbm

NGANJUK, KAMIS- Sejumlah pengunjung yang memadati rumah Djoko
Suprapto, pria yang yang mengaku sebagai penemu blue energy, Kamis
(19/6), mengaku kecewa. Mereka tidak bisa melihat praktek perubahan
air menjadi bahan bakar minyak seperti yang diberitakan selama ini.

"Saya pikir saya benar-benar bisa menyaksikan alat yang mengubah air
menjadi bensin atau solar, seperti yang dikatakan orang-orangnya Joko
Suprapto selama ini. Ternyata hanya omong kosong," ujar Joko Purnomo,
warga Nganjuk.

Joko mengaku kecewa karena ia hanya disuguhi pertunjukan penghematan
pemakaian BBM dengan cara mencampur BBM dengan hidrogen yang berasal
dari air murni.

Pernyataan kecewa juga dikemukakan oleh Kasturi, warga Kertosono,
Nganjuk. Menurut Kasturi, konsep penghematan energi yang dipamerkan
Djoko Suprapto sangat mirip dengan konsep yang dipaparkan oleh Joko
Sutrisno dari Yogyakarta.

"Pak Joko Sutrisno malah lebih terbuka dalam memaparkan, juga
alat-alat apa saja yang digunakan. Saya pernah diajak ke bengkelnya di
Yogyakarta dan setelah melihatnya sendiri langsung saya praktekkan
pada sepeda motor saya," ujarnya.

Menurut Kasturi, proses memisahkan molekul air yang berupa hidrogen
itu tidak sulit, hanya dibutuhkan katalisator yang bisa dibuat sendiri
oleh masyarakat. Berdasarkan ilmu yang dia pelajari dari Joko
Sutrisno, perbandingannya 1:1, artinya satu liter premium dicampur
dengan satu liter air. Untuk mobil pakai relay sebagai katalisator,
sedangkan untuk sepeda motor pakai dioda.

NIK
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network

Kirim email ke