Tokyo, Kompas - Tim Indonesia yang diwakili Jubilee School, Sunter,
Jakarta, berhasil memenangi dua penghargaan pada kompetisi
internasional Kid Witness News atau KWN yang diselenggarakan
Panasonic. Mereka menyajikan film dokumenter berjudul ”Bakau”. Tahun
lalu, dengan sistem kompetisi yang berbeda, tim Indonesia berada di
posisi kedua.

Dalam acara puncak yang berlangsung Kamis (19/6) di Gedung Panasonic
Center, Tokyo, Jepang, Indonesia yang diwakili dua murid Jubilee
School FEP 1-6 (Full English Program) Adeline Tiffanie Suwana dan
Monica Celine Sutionoâ€"satu anggota tim lainnya, Sean Trianto Prasetyo
Kusmuljadi, tidak dapat hadir di Tokyoâ€"menerima Ecology Award dan Web
Award. Web Award didapat dari jumlah pemilih melalui situs web KWN.

Tujuh penghargaan lain jatuh kepada lima peserta lain, yakni peserta
dari Hongkong (2 penghargaan), Jepang (2 penghargaan), serta Amerika
Serikat, Inggris, dan Polandia masing-masing satu penghargaan.

Acara tersebut dihadiri sejumlah duta besar dan pejabat negara
peserta. Dari Kedutaan Besar Indonesia hadir Wakil Duta Besar
Indonesia untuk Jepang Ronny P Yuliantoro dan Atase Politik Ardi
Hermawan. Acara dibuka Presiden Matsushita Electric Industrial Co Ltd
Fumio Ohtsubo.

Dalam acara puncak tersebut juga diumumkan dua penghargaan Grand Prix.
Pemenang Grand Prix akan diundang ke Olimpiade Beijing Agustus
mendatang. Grand Prix Ecology dimenangi tim Jepang (Saki Miyashita,
Minami Koyama, dan Kuota Tazawa) dengan karya ”Water Flowing Around
the World”, dan Grand Prix Communication dimenangi tim Hongkong lewat
”My Grandpa’s Letters”. Jepang juga mendapatkan Editing Award,
sedangkan Hongkong menerima Script Award.

”Kami senang sekali. Benarbenar tidak menyangka. Ini berarti kerja
kami selama ini tidak sia-sia,” ujar Monica seusai acara. Sementara
Adeline yang berlaku sebagai reporter dalam film itu mengaku sangat
senang. ”Benar-benar puas,” ujarnya.

”Ini benar-benar di luar dugaan kami,” ujar Kepala Sekolah Jubilee
School Shantyaswari Prihandini. ”Mereka, anak-anak, sudah bekerja
secara luar biasa,” katanya menambahkan.

Hal senada disampaikan Subagjo Budisantoso dari Institut Kesenian
Jakarta yang melatih tim dalam pembuatan film.

Menurut salah satu anggota juri, Foo Tee Tuan dari Nanyang
Technological University, apa yang ditampilkan sungguh luar biasa.
”Gambar-gambar binatang seperti ular sanca dan biawak, itu benar-benar
menunjukkan kerja serius mereka. Gambar seperti itu tidak bisa didapat
tanpa kesediaan menunggu karena itu momen yang tidak mudah
didapatkan,” ujarnya.

”Ke depan kita punya tugas lebih berat lagi. Bagaimana Indonesia bisa
menjadi juara Grand Prix,” kata Corporate Communication Panasonic
Gobel Indonesia Susy Darmayanti mengenai acara yang sudah berlangsung
selama 19 tahun ini. (Brigita Isworo Laksmi dari Jepang)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/20/00550019/indonesia.rebut.dua.piala.di.ajang.kwn

Kirim email ke