Istilahnya saja sudah salah kaprah: RUMAH SAKIT. Memangnya itu rumah hanya untuk mengurus urusan penyakit? Orang yang datang kesitu tidak harus orang sakit atau berhubungan dengan pengobatan sakit. Fungsi dan servis yang bisa ditawarkan rumah sakit sebenarnya sangat luas dan mengurus mengobati orang sakit hanya salah satu fungsinya. Orang sehat bisa datang kerumah sakit misalnya untuk medical chekup, untuk konsultasi, periksa kehamilan (kehamilan bukan penyakit), pengen merapihkan gigi (dikawat), dlsb. Itulah sebabnya Malaysia lebih cocok memilih istilah Hospital daripada RUMAH SAKIT. Masih untungnya departemen kita yang menangani Rumah Sakit adalah Departemen Kesehatan bukan Departemen Kesakitan.
SH On 7/4/08, Lasma siregar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Susah juga sih kalau rumah sakitnya juga ikut sakit-sakitan! > Sudah sakit masuk rumah sakit malah tambah penyakit..... > Bagaimana ini? > > Perlu jaga diri baik-baik agar rumah sakitnya tidak menjadi > seperti rumah sakit di Rwanda, dimana para pasien terpaksa > berkemah (camping) dihalaman yang ada....., > (bagaikan lagi ada jambore Pramuka. :=(( > Apakah kalian pernah parah sakitnya lantaran rumah sakitnya > malah bikin sakit (tambahan?)? > > Salam > Las
