Matur nuwun mas Bodo (eh...cerdas), saya setuju dengan pendapat anda bahwa "cerdik" kata yang lebih tepat digunakan dalam sifat-sifat para pelaku korupsi oleh para elit di Indonesia. Karena memang mereka tidak mempunyai "consideration" tentnag "harga diri" mereka sendiri. Mendengarkan pembicaraan sadapan dari Al Amin di telephon sungguh membuat bulu bergidik, betapa rendahnya martabat seorang anggota DPR. Anda tahu bahwa selain Al Amin masih banyak lagi para anggota DPR yang kepercikan uang "haram" tersebut? Disediakan sebanyak 1 milyar untuk para anggota DPR lain-nya untuk meng-gol-kan pelepasan hutan lindung di Riau. Dan juga ada masuk-kan untuk Menteri Kehutanan......bagaimana kita bisa percaya akan para pemegang pemerintahan yang begitu "kotor" nya? � Al Amin.....atau AL AMPUN!!? � Salam, Yuli
--- On Mon, 7/7/08, bodo_kerlchen <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: bodo_kerlchen <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Re: Rata2 itelegensinya org Indonesia berapa sih? To: [email protected] Date: Monday, July 7, 2008, 8:37 AM Nuwun sewu mbak yu .. bila dalam context "perilaku" manusia macam gitu, kayanya saya pribadi lebih cenderung menggunakan istilah "cerdik" dari pada "cerdas" karena mekanisme perilaku mereka pada prinsipnya sangat sederhana dan "alami" seperti banyak didapati pada perilaku makhluk yang tidak perlu mempunyai mekanisme "consideration" atau pertimbangan didalam proses fungsi otaknya. Oleh karena itu, makhluk macam itu tidak akan pernah mampu menghayati apa artinya "harga diri" .. apalagi untuk mendefinisikan IQ serta EQ nya?? Salam, Bodo
