Salam,
Untuk menjadi anggota DPR di Indonesia , martabat atau harga diri tidak menjadi 
ukuran.Semua orang dapat menjadi anggota DPR asal dia didukung oleh 
partainya.Apakah penggembala kambing atau itik ( bebek) OK saja dan  
penggembala2 semacam ini malah mungkin berbudi lebih tinggi.Dan tidak bisa 
mengkorupsi makanan kambing atau itiknya.
Wasalam,
Wal suparmo

--- On Mon, 7/7/08, Yuliati Soebeno <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Yuliati Soebeno <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [Forum Pembaca KOMPAS] Re: Rata2 itelegensinya org Indonesia 
berapa sih?
To: [email protected]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Date: Monday, 7 July, 2008, 9:55 PM






Matur nuwun mas Bodo (eh...cerdas) , saya setuju dengan pendapat anda bahwa 
"cerdik" kata yang lebih tepat digunakan dalam sifat-sifat para pelaku korupsi 
oleh para elit di Indonesia. Karena memang mereka tidak mempunyai 
"consideration" tentnag "harga diri" mereka sendiri.
Mendengarkan pembicaraan sadapan dari Al Amin di telephon sungguh membuat bulu 
bergidik, betapa rendahnya martabat seorang anggota DPR. Anda tahu bahwa selain 
Al Amin masih banyak lagi para anggota DPR yang kepercikan uang "haram" 
tersebut? Disediakan sebanyak 1 milyar untuk para anggota DPR lain-nya untuk 
meng-gol-kan pelepasan hutan lindung di Riau. Dan juga ada masuk-kan untuk 
Menteri Kehutanan... ...bagaimana kita bisa percaya akan para pemegang 
pemerintahan yang begitu "kotor" nya?

Al Amin.....atau AL AMPUN!!?

Salam,
Yuli

Kirim email ke