JAKARTA, SENIN - Setelah dilakukan pendalaman, istilah pasukan pengamanan presiden untuk pemeriksaan, penyusup Istana Negara yang membuat panik adalah tukang cat yang nyasar. Nama tukang cat itu adalah Fahrur Rozi (26).
"Setelah kami dalami, nama orang itu adalah Fahrur Rozi, usia 26 tahun. Dia adalah tukang cat yang dipekerjakan pihak Istana menjelang peringatan 17 Agustus 2008," ujar Kepala Biro Pers dan Media DJ Nachrowi saat memberi konfirmasi kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/7). Menurut keterangan yang didalami Paspampres, Fahrur Rozi nyasar ke Istana Negara karena bingung mencari gedung Wisma Negara. Fahrur Rozi mengaku kebingungan dan tidak bisa membedakan mana Istana Negara dan mana Wisma Negara. "Tidak ada penyusupan. Yang bersangkutan sudah dikeluarkan. Tidak bisa juga dikatakan Istana kecolongan karena pengamanan kita berlapis," ujar Nachrowi. Keterangan Fahrur Rozi lantas dicocokkan dengan KTP-nya yang ditinggal di pintu depan penjagaan. Fahrur Rozi ditarik ke luar Istana Negara saat masuk menjelang pelantikan Duta Besar RI untuk Myanmar. Fahrur Rozi ditarik saat ikut dalam rombongan wartawan masuk Istana Negara. "Badan, pakaian, dan penampilannya berbeda dengan wartawan. Karena itu, dia diambil teman-teman paspampres," ujar Nacrowi. Usai diambil Paspampres, Fahrur Rozi dipulangkan. "Belum tahu apakah dia bisa kerja lagi," ujarnya. Keinginan Fahrur Rozi untuk nonton di Istana Negara gagal. Nasib pekerjaannya juga menjadi tidak jelas setelah keinginannya nonton di Istana Negara gagal. Wisnu Nugroho A Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/14/16235933/penyusup.itu.ternyata.tukang.cat.
