Ini contoh keluguan bangsa kita. Coba kita periksa nalar kita, begini:
Seorang pria pada usia itu, yang 'disebut dan dikenal' sebagai tukang cat, nyasar di lingkungan istana negara. Nyasar di lingkungan istana negara !. Berarti ketika di rekrut 'si tukang cat' tidak diberi pengarahan ????. Dan nyasar dalam rombongan wartawan lagi !!. Jadi, dia berani nyasar di istana negara !! Dulu ada rombongan separatis mengibarkan bendera di tengah lapangan sebuah acara yang dihadiri presiden !. Begitu sepelenya negara ini diatur ?. Dan DPR diam saja ? Kok nggak bisa masuk di akal saya yang bodoh ini. Kalau saya malah berpikir 'si tukang cat' disusupkan utk melakukan sesuatu yang cepat !!. Pesan nya sudah jelas. Kalau mau, presiden Indonesia bisa dibunuh dengan mudah !. Sementara di arah diagonal istana negara ada kedutaan negara centeng dunia. Jarak itu sangat mungkin dicapai oleh transmisi langsung foto setampak mata memandang . Lagi pula 'Si tukang cat' juga mungkin meletakkan 'benda asing' di suatu titik dalam lingkungan istana negara saat 'tersesat' di istana negara, kan ?. Tokh tidak ada screening utk dia mungkin ?. Dulu juga ada laptop yang hilang, kasusnya hilang begitu saja. Lalu ada lagi yang seperti ini. Nggak heran kalau dulu Suharto ngantor di rumahnya di Cendana. Ngurus Negara kok seperti hajatan kampung !!. Jangan-jangan seluruh denyut di istana negara sudah jadi tontonan di layar monitor orang lain. ikh.., ngeri deh negara ini. ____________________________________________ "Agus Hamonangan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > JAKARTA, SENIN - Setelah dilakukan pendalaman, istilah pasukan pengamanan presiden untuk pemeriksaan, penyusup Istana Negara yang membuat panik adalah tukang cat yang nyasar. Nama tukang cat itu adalah Fahrur Rozi (26). > > "Setelah kami dalami, nama orang itu adalah Fahrur Rozi, usia 26 tahun. Dia adalah tukang cat yang dipekerjakan pihak Istana menjelang peringatan 17 Agustus 2008," ujar Kepala Biro Pers dan Media DJ Nachrowi saat memberi konfirmasi kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/7). > > Menurut keterangan yang didalami Paspampres, Fahrur Rozi nyasar ke Istana Negara karena bingung mencari gedung Wisma Negara. Fahrur Rozi mengaku kebingungan dan tidak bisa membedakan mana Istana Negara dan mana Wisma Negara. > > "Tidak ada penyusupan. Yang bersangkutan sudah dikeluarkan. Tidak bisa juga dikatakan Istana kecolongan karena pengamanan kita berlapis," ujar Nachrowi. > > Keterangan Fahrur Rozi lantas dicocokkan dengan KTP-nya yang ditinggal di pintu depan penjagaan. Fahrur Rozi ditarik ke luar Istana Negara saat masuk menjelang pelantikan Duta Besar RI untuk Myanmar. Fahrur Rozi ditarik saat ikut dalam rombongan wartawan masuk Istana Negara. > > "Badan, pakaian, dan penampilannya berbeda dengan wartawan. Karena > itu, dia diambil teman-teman paspampres," ujar Nacrowi. > > Usai diambil Paspampres, Fahrur Rozi dipulangkan. "Belum tahu apakah > dia bisa kerja lagi," ujarnya. > > Keinginan Fahrur Rozi untuk nonton di Istana Negara gagal. Nasib > pekerjaannya juga menjadi tidak jelas setelah keinginannya nonton di > Istana Negara gagal. > > Wisnu Nugroho A > Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network > > http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/14/16235933/penyusup.itu.ternyata\ .tukang.cat. > [Non-text portions of this message have been removed]
