Ikutan nimbrung...
Secara berpikir positif, sebenarnya siapapun berhak mencalonkan diri menjadi 
presiden termasuk Rizal Malarangeng.. Dan, sebagai orang yang kelak menjadi 
panutan, setiap calon presiden minimal secara fisik dan lugas mampu menunjukkan 
(juga harus mampu berada di depan) dan menghargai bahasa, bangsa dan tanah 
airnya sendiri...
Hanya saja kalau kita lihat iklan Rizal Malarangeng yang ada di daerah Jl. 
Gatot Subroto ada dua hal yang perlu digaris bawahi yakni :
- bahasa yang digunakan adalah bahasa�Inggris dan bukan�bahasa�Indonesia 
(Seburuk itukah bahasa Indonesia?)
- Kata bijak yang dikutip ternyata kata bijak orang asing, bukan kata bijak 
dari leluhur Indonesia atau pahlawan Indonesia mengenai negara Indonesia
Terus terang saya merasa risih dengan iklan tersebut... dan lebih lagi di situ 
tertulis SAVE OUR NATION.....pertanyaan yang muncul adalah NATIONnya siapa ? 
BAHASA adalah bagian dari NATION, bahasanya siapa ? Bahasa perlu diselamatkan 
tidak�? Siapa yang menyelamatkan ?
Daripada mengatakan SAVE OUR NATION, menurut saya�akan lebih baik�dengan 
rendah hati�kalau SAVE OUR NATION diganti dan ditulis SAVE YOURSELF......
Maksudnya ? Yang jelas maksudnya >�TIDAK ADA NEGARA LAIN YANG MAU 
MENYELAMATKAN BANGSA INI KECUALI BANGSA INDONESIA SENDIRI....� Jadi arti 
lugasnya : Selametno Awakmu Dewe Cak....
Arti lain ?
He... silahkan artikan sendiri.....�
- Putut Prabantoro -
Ketua Pelaksana
Gerakan Ekayastra Unmada - Semangat Satu Bangsa


----- Original Message ----
From: Upik <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, July 14, 2008 3:58:25 PM
Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Re: Rizal Mallarangeng for President


Emang jaka sembung megang golok sih mencari korelasi antara muka &
senyum RM dengan Kasus Exxon, hehe.

tapi cuma menurut aku itu hal yg menarik aja, bediende bisa
menyuarakan isi hatinya hanya dengan melihat raut wajah seseorang.
Apa sedangkal itu pikiran Rakyat indonesia ? hanya Tuhan yg tau,
karena mayoritas Rakyat Indonesia adalah masyarakat ndeso (yg buat
warga FPK yg berpendidikan tinggi mungkin pemikiran mereka dianggap
aneh...)

Apa hubungan wajah RM dengan pilihan dalam berdemokrasi ?? saya juga
nggak tau. Tapi buat kaum marjinal itu penting lho.

Kita2 yang di kota2 besar membenci Eyang Soeharto karena telah
berkuasa selama 32 tahun. Tapi tanya orang2 ndeso, Pak Harto itu
kaya gimana ? uuuuh, komentar mereka Pak Harto itu udah kaya'
malaikat aja. Baik... ramah... cinta petani... harga2 dibuat
murah... dan yang terutama SENYUMNYA RAMAH, TIDAK PALSU !

Kirim email ke