http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/26/16145483/faisal.basri.muak.dengan.politisi.
DEPOK,SABTU - Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri mengungkapkan keinginannya untuk kembali ke desa dan mengembangkan potensi desa di Indonesia. Keinginannya itu diungkapkan ketika ditanyakan mengenai solusi yang ditawarkannya menjawab carut-marut sektor energi di Indonesia. "Saya akan bertani, mengembangkan pupuk dan bibit organik. Saya sudah muak dengan politisi-politisi," ujar Faisal di Depok, Sabtu (26/7). Membenarkan pernyataan Guru Besar Teknik Elektro Rinaldy Dalimi sebelumnya, Faisal mengatakan masalah sektor energi tidak lagi pada teknologi dan penelitian, tapi justru sudah dipolitisasi. Apalagi dengan dibentuknya Panitia Angket BBM DPR-RI. Faisal meyakini banyak anggota Panitia Angket tidak mengetahui betul apa yang akan dikerjakan. "Semua sudah punya agenda masing-masing," tandas Faisal. Faisal juga mengatakan tak terlalu yakin kembali ke desa akan tenang dan lepas dari carut-marut politik. "Kami bikin mikrohidro di suatu desa, eh tetap saja diganggu pemerintah, masa ada mikrohidro di situ, PLN mau bangun gardu di situ? Apa nggak ada tempat lain!?" ujar Faisal. Keterlibatan politisi-politisi itu di dalam sektor-sektor yang berkaitan langsung dengan hajat hidup orang banyak memang besar. Mereka cenderung menggunakan kekuasaan untuk menggunakan sumber-sumber energi dalam proporsi yang tak patut, melanggar Pasal 33 UUD 1945. Faisal mengatakan Indonesia sebenarnya cukup kaya dengan energi. Makanya krisis energi, bagi Faisal, patut ditinjau kembali. Misalkan saja, potensi air di Indonesia untuk menghasilkan listrik mencapai 75 giga watt. Namun sekarang sebenarnya baru dipakai sekitar 4 giga watt. Begitu juga dengan panas bumi. "Namun, BBM yang sudah mau habis, malah terus-terusan dipakai," tandas Faisal. LIN Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network
