http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/26/19580039/popularitas.sby.turun.gara-gara.bbm

JAKARTA, SABTU - Menurunnya popularitas Susilo Bambang Yudhoyono di
peringkat kedua setelah Megawati menurut Lembaga Survei Indo-Barometer
salah satunya akibat kebijakan menaikkan harga BBM.

"Popularitas SBY-JK mulai turun dengan adanya kebijakan tersebut,
sebab dengan naiknya harga membuat rakyat kecewa dan menaruh mosi
tidak percaya," Demikian dikatakan pengamat politik dari CSIS DR. J.
Kristiadi, Sabtu (26/7) di Jakarta.

Kebijakan tidak populer ini harus dilakukan oleh SBY-JK sebab beban
subsidi tidak selamanya dapat ditanggung pemerintah. Apalagi harga
minyak di pasaran Internasional terus menaik.

"Dengan begitu popularitas SBY-JK di mata masyarakat menurun dan
kebijakan itu berpotensi dijadikan senjata para calon presiden
(capres) lain untuk meraih simpati rakyat sebagai modal menuju pemilu
2009," kata Kristiadi.

Bahkan isu BBM ini, menurut Kris, dapat dijadikan sebagai modal untuk
menggulingkan pemerintah yang sedang berkuasa. Sebaliknya, bila
pemerintah juga bisa juga menggunakannya sebagai alat penyejuk rakyat
dalam melanggengkan posisinya.

Meski begitu, kalau harga BBM tidak dinaikkan, kemungkinan terjadinya
penyimpangan bakal muncul. "Kalau saja harga BBM tidak dinaikkan,
kemungkinan dapat berimbas pada kecenderungan penyimpangan," ujar
Kristiadi.

Artinya, bila subsidi BBM tetap ditanggung pemerintah, beban biaya
yang harus dikeluarkan pemerintah makin besar di masa sekarang maupun
masa yang akan datang. 

Saat ini harga minyak dunia dikabarkan sudah mencapai angka 123 dolar
per barel. Angka ini pernah nyaris menembus 150 dolar perbarel.

C11-08


Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network

Kirim email ke