JAKARTA, RABU - Kejadian penganiayaan yang menimpa aktivis sosial Romo Benny Susetyo Pr (40) masih menyisakan berbagai pertanyaan. Terkait detil kejadian, motif dan pelakunya masih dalam tahap penyelidikan Kepolisian Kebayoran Lama.
Menurut saksi mata kejadian yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) yakni di depan restoran ayam gorang Mbok Berek di Plasa Pondok Indah II, Jakarta Selatan, Romo Benny yang turun dari kendaraan di pertigaan depan restoran itu dan dipukuli sekitar sepuluh menit. Hal ini dituturkan seorang saksi mata yang minta identitasnya tak disebutkan, saat ditemui di pos ojek dekat restoran tersebut, Rabu (13/8) siang. "Dia jalan ke pintu masuk samping restoran, pas di depan areal parkir mobil, dari arah berlawanan tiga orang berbadan tinggi besar tiba-tiba menghajar korban," jelas saksi mata yang berprofesi sebagai tukang ojek tersebut. Ia mengatakan, saat kejadian pemukulan itu ada juga tukang nasi goreng yang menyaksikannya. Saat pemukulan terjadi lalu ada dua orang dari dalam restoran yang melihat kejadian itu berteriak "ada maling" dan beberapa orang datang untuk menolong. "Saya juga ndak tau, itu siapa yang dipukuli," kata si tukang ojek itu. Dia pun sempet mendeskripsikan ketiga pelaku sebagai orang-orang tegap berkulit gelap. Ia menuturkan, tiga orang pelaku sempat dikejar petugas keamanan dan massa. Namun mereka berhasil melarikan diri ke arah Lebak Bulus. "Saya gak tau lagi kejadiannya setelah itu, cuman ikut ngejar sampai gedung di seberang jalan sana. Yang saya tau korban dibawa ke RS oleh petugas keamanan yang biasa jaga malem," jelasnya. "Yah, kondisi korban masih sadar waktu itu. Tapi kan agak linglung karena dihajar habis-habisan. Saya lihat waktu pertama kali dipukuli, tapi gak bisa nolong, yang mukuli badannya gede-gede," tuturnya. MYS Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network http://kompas.com/read/xml/2008/08/13/13054934/saksi.romo.benny.dipukuli.sekitar.sepuluh.menit
