Terbentuknya NKRI merupakan kesepakatan semua etnis, daerah dan agama yg ada di 
bumi nusantara, karena bersama berdiri sama tinggio duduk sama rendah. Tidak yg 
satu ingin lebih dari yg lain dalam hak dan kewajiban. Kalau ada satu pihak 
melanggar kesepakatan, yg lain berhak bertanya adakah kita masih memegang janji 
kita? Bila tidak, kesepakatan bubar. Soal kemandirian atau kesejahteraan mereka 
tidak takut. Timor Leste yg miskin SDA saja berani. Jadi letaknya pada masihkah 
kita saling menghargai dan tidak ingin memaksakan kehendak hanya karena merasa 
mayoritas. Suku Jawa yg mayoritas tdk meminta bahasa Jawa jadi bahasa nasional. 
KM
Sent from my BlackBerry�
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "Roni Febrianto" <[EMAIL PROTECTED]>

Date: Wed, 24 Sep 2008 05:01:20
To: <[email protected]>
Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Re: RUU Pornografi, Sulut Ancam Memisahkan Diri


Ass Wr Wb,
        Kalo bung lihat jawabanya itu hanya ancaman pribadi ke pribadi
dan bisa diselesaikan secara pribadi ato lapor ke Polda kalo terancam
.Tapi kalo ada ancaman Memisahkan diri harus lapor ke Mana ( GAM ? )
Aku amati alasan dan argumentatif yang dipakai pihak Kontra APP
dilebih lebihkan dan seandainya selalu dan terkesan mengada ada dan
dibuat buat ( ato dipolitisir oleh 2 elit parpol ) bukan realita
lapangan dan fakta konkrit .
Yang aku garis bawahi cuma jangan jadi emosional dengan bikin ancaman
mau lepas dari NKRI hanya karena RUU ini ,kasihan tuh bersatu saja
kita terjajah apalagi bercerai berai apa tidak makin terjajah .Timor
Leste pun yang memang akhirnya lepas dari NKRI karena tekanan
Internasional rakyatnya tetap hidup susah bahkan lebih parah dibanding
saat gabung dengan NKRI .
Pertanyaanya Kalo ada Partpol yang dukung NKRI harga mati kenapa hanya
karena RUU ini mau pisah ?Biar rakyat bisa menilai siapa yang
konsisten dengan NKRI nya bukan cuma emosi tolak RUU ini .

Wassalam

Kirim email ke