Bung Kartono, jangan menyerempet ke disintegrasi lah. Apa2, dikit2 memisahkan diri. Saya jadi melihat kaum "fundamentalis" yg menolak RUU tsb tidak siap berdemokrasi. Kalau kalangan "mayoritas" yg sedang di atas angin, selalu saja berdalih, tidak adil lah, melanggar HAM lah, menindas minoritas lah, mengancam keluar lah. Pusyingg deh...
-- Ardiansyah http://4rd1.wordpress.com http://www.metasoft.co.id http://myfamilyaccounting.wordpress.com 2008/9/25 Kartono Mohamad <[EMAIL PROTECTED]>: > Terbentuknya NKRI merupakan kesepakatan semua etnis, daerah dan agama yg ada > di bumi nusantara, karena bersama berdiri sama tinggio duduk sama rendah. > Tidak yg satu ingin lebih dari yg lain dalam hak dan kewajiban. Kalau ada > satu pihak melanggar kesepakatan, yg lain berhak bertanya adakah kita masih > memegang janji kita? Bila tidak, kesepakatan bubar. Soal kemandirian atau > kesejahteraan mereka tidak takut. Timor Leste yg miskin SDA saja berani. > Jadi letaknya pada masihkah kita saling menghargai dan tidak ingin > memaksakan kehendak hanya karena merasa mayoritas. Suku Jawa yg mayoritas > tdk meminta bahasa Jawa jadi bahasa nasional. KM > Sent from my BlackBerry�
