http://kompas.com/read/xml/2008/10/02/0804061/tokoh.kti.kritisi.sby-jk

JAKARTA, KAMIS-Para tokoh yang tergabung dalam Gerakan Kebangkitan
Ekonomi Kawasan Timur Indonesia atau Tata KTI, di Jakarta, Rabu (1/10)
malam menegaskan, publik jangan cepat memberi respon dukungan atas
tawaran pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla yang berniat
ikut lagi dalam Pemilu Presiden 2009.

"Mari kita semua membiasakan melakukan dulu evaluasi secara mendalam
atas kinerja pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla (SBY-JK)
dengan menggunakan berbagai paramater dengan obyektif, lalu menilai
apakah mendukung mereka atau bagaimana," kata Laode Ida, salah satu
tokoh Tata KTI, di sela-sela menghadiri open house  Hari Raya Idul
Fitri 1429 H di kediaman Ketua DPR RI, Agung Laksono.

Laode Ida yang juga Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI
menambahkan, dalam waktu dekat, sesudah perayaan lebaran ini, pihaknya
akan menggelar pertemuan untuk kemudian melahirkan sikap atas
pernyataan SBY-JK maju di lagi Pemilu Presiden (Pilpres) 2009.

"Saya kira ini merupakan hal yang wajar di alam demokrasi modern. Kita
tidak bisa lagi asal dukung atau fanatik terhadap sebuah kepemimpinan.
Mari kita didik rakyat berpolitik secara rasional, maju, beradab dan
demokratis," katanya.

Koordinator Tata KTI Zaenal Bintang menjelaskan, organisasi yang
menghimpun para aktivis, budayawan, intelektual, penggiat LSM maupun
kalangan dunia usaha serta banyak tokoh berbagai latar (termasuk
perempuan dan pemuda) ini, tak mudah dipengaruhi dalam hal
dukung-mendukung pimpinan nasional.

"Intinya, mana pasangan yang punya komitmen jelas serta konsisten
dalam mendorong percepatan pembangunan KTI, itu yang akan kami dukung.
Itu juga berlaku pada partai-partai politik. Parpol yang jelas
komitmennya dan konsisten dalam pembangunan KTI, itu yang pasti
mendapat dukungan publik di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa
Tenggara hingga Papua," katanya.

ROY
Sumber : Ant

Kirim email ke