setuju, kti jangan asal mendukung saja. kecuali kalau mereka, sby-jk mau teken 
kontrak sosial yang gamblang, misalnya tentang freeport, pengembangan sistem 
transportasi 
bahari di wilayah kti, dan perlindungan wilayah kti dari eksploitasi perusahaan 
pertambangan di daerah maluku, sulawesi dan lainnya yang merusak lingkungan 
serta prioritas pengembangan dunia pendidikan dan kesehatan.
hhd. 

--- On Wed, 10/1/08, Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Tokoh KTI Kritisi SBY-JK
To: [email protected]
Date: Wednesday, October 1, 2008, 7:24 PM










    
            http://kompas. com/read/ xml/2008/ 10/02/0804061/ tokoh.kti. 
kritisi.sby- jk



JAKARTA, KAMIS-Para tokoh yang tergabung dalam Gerakan Kebangkitan

Ekonomi Kawasan Timur Indonesia atau Tata KTI, di Jakarta, Rabu (1/10)

malam menegaskan, publik jangan cepat memberi respon dukungan atas

tawaran pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla yang berniat

ikut lagi dalam Pemilu Presiden 2009.



"Mari kita semua membiasakan melakukan dulu evaluasi secara mendalam

atas kinerja pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla (SBY-JK)

dengan menggunakan berbagai paramater dengan obyektif, lalu menilai

apakah mendukung mereka atau bagaimana," kata Laode Ida, salah satu

tokoh Tata KTI, di sela-sela menghadiri open house  Hari Raya Idul

Fitri 1429 H di kediaman Ketua DPR RI, Agung Laksono.



Laode Ida yang juga Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI

menambahkan, dalam waktu dekat, sesudah perayaan lebaran ini, pihaknya

akan menggelar pertemuan untuk kemudian melahirkan sikap atas

pernyataan SBY-JK maju di lagi Pemilu Presiden (Pilpres) 2009.



"Saya kira ini merupakan hal yang wajar di alam demokrasi modern. Kita

tidak bisa lagi asal dukung atau fanatik terhadap sebuah kepemimpinan.

Mari kita didik rakyat berpolitik secara rasional, maju, beradab dan

demokratis," katanya.



Koordinator Tata KTI Zaenal Bintang menjelaskan, organisasi yang

menghimpun para aktivis, budayawan, intelektual, penggiat LSM maupun

kalangan dunia usaha serta banyak tokoh berbagai latar (termasuk

perempuan dan pemuda) ini, tak mudah dipengaruhi dalam hal

dukung-mendukung pimpinan nasional.



"Intinya, mana pasangan yang punya komitmen jelas serta konsisten

dalam mendorong percepatan pembangunan KTI, itu yang akan kami dukung.

Itu juga berlaku pada partai-partai politik. Parpol yang jelas

komitmennya dan konsisten dalam pembangunan KTI, itu yang pasti

mendapat dukungan publik di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa

Tenggara hingga Papua," katanya.



ROY

Sumber : Ant




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke