Batu Kuya yang beratnya 6 ton bisa lenyap dari kecamatan Sukajaya, Bogor dan berangkat (dijual) ke luar negeri! Nampaknya pencuriannya a'la komando dan punya organisasi yang baik (sudah ada pembeli dan pembawanya).
Apakah ada kemungkinan bisa diketahui siapa dibalik aksi pencurian 6 ton Batu Kuya ini? Kemana perginya dan siapa yang pesan (beli)? Apa bisa minta bantuan Interpol atau Unesco? Bayangkanlah kalau lukisan "Monalisa" di Paris, di suatu siang bolong hilang begitu saja.... Pemerintah Perancis jelas akan bertindak langsung mencari Mona dan menangkap pencurinya. Apakah SBY/JK mau berbuat sesuatu buat Batu Kuya kita ini? Who knows amigos bagaimana kisah ini akan berakhir! Kita perlu jaga diri baik-baik agar jangan "Batu Tulis" yang ada di Bogor atau "Malin Kundang yang memBatu" di pantai Padang dan "Batu-Batu lainnya" tidak lenyap di siang bolong! Bagaimana pendapat kalian? Salam Las --- On Fri, 10/3/08, Wal Suparmo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Wal Suparmo <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Batu kuya yang hilang To: [email protected] Date: Friday, October 3, 2008, 4:13 AM Salam, Untuk kesekian kali terjadi penjualan� artefak dari Situs Purbakala ke luar negeri,�yang kali ini adalah Batu Kuya dari Kecamata Sukajaya di Bogor. Dengan MERUSAKNYA yaitu� memotong untuk dapat diangkut dengan konener dan truck tronton secara terang2-an. Saya kira hal seperti ini sama denga kasus pembalakan� kayu/hutan liar yang dilakukan oleh banyak pejabat penting yang kuat.Untuk menjual batu yang beratnya 6 ton ke luar negeri , dan uangnya di-bagi2. Mendingan Ibu Tien yang malah� BERHASIL mendapatkan KEMBALI barang2 bersejarah yang dicuri dari Indonesia seperti surat NEGARAKERTAGAMA. Apapun komentar yang negatif tentang beliau tetapi hasil karyanya banyak yang positif dan nyata seperti sudah berhasil memulai pembangunan TIM� dalam periode pertama Pak Harto berkuasa. Wasalam, Wal Suparmo
