Demokrasi justru akan mati ketika jadi presiden hanya mimpi yg tdk bisa diraih. Selama masih byk org berebut mengisi jabatan publik, demokrasi dipastikan masih terus hidup dan subur.
Soehartoisme justru hadir ketika lbh byk yg suka berbisik, ketimbang tunjuk tangan dan menyatakan bisa jadi presiden. Zaman menjadi bolak balik ketika pd era Soehartoisme org merindukan demokrasi dan liberalisme ekonomi, sebaliknya dlm era demokrasi liberal merindukan otokrasi dan monarki terselubung. Ijp Sent from my BlackBerry® wireless device from XL GPRS network -----Original Message----- From: Herwin Mopangga <[EMAIL PROTECTED]> Date: Sat, 4 Oct 2008 22:44:16 To: <[email protected]> Subject: Bls: [Forum Pembaca KOMPAS] Godaan Menjadi Presiden Terlalu Besar Perilaku elit politik yang haus kekuasaan juga didukung oleh perangkat yang ada dibawahnya. Culture "Asal Bapak Senang" yang terkenal di era Soeharto ternyata mengalami reproduksi di era reformasi ini. Tokoh-tokoh yang memperkuat partai cenderung bersemangat membela dan mendorong para elitnya untuk bertarung. Dengan harapan, jika "bos"nya berhasil maka posisi di partai makin kuat sekaligus berpeluang untuk masuk di kabinet.
