Bung, kultur bohong atau bisa juga disebut kultur sejarah
direka/ditulis oleh pemenang terjadi dimana mana utk berbagai kepentingan.

Yang penting kita kalau mau tulus jujur, patut ditanya juga (apalagi
utk penggiat dijurusan sejarah) adalah sejauh mana sejarah bangsa
Indonesia secara keseluruhan ditulis dlm kejujuran rekam faktual?
Bukan sejarah modern nya saja.

Berapa % bumbu romantisasi di aduk disana? Berapa percikan kepentingan
tertentu dicampurkan disitu? Bahkan falsifikasi?
Apakah lurus sudah sejarah perang Diponegoro? Perang Padri? Trunojoyo?
Sisingamangraja, Majapahit,Srivijaya... dll..dll..

Mungkin ada baiknya versi yg direkam oleh VOC, Pemerintah Hindia
Belanda dibuat sebagai studi banding (tentu dibaca dng kritis krn yg
mereka tulis akan tercermin kepentingan mereka juga).

salam sejahtera,

th

Kirim email ke