PERNYATAAN SIKAP
PERHIMPUNAN RAKYAT PEKERJA
Tolak pengkaplingan laut yang
merugikan nelayan !!!
Hentikan pemerasan dan pungli bagi nelayan !!!
Tolak Pemiskinan terhadap rakyat !!!
Salam rakyat pekerja,
Penderitaan rakyat akibat sistem
Neoliberalisme yang dianut oleh pemerintah kapitalis Indonesia ternyata masih
sangat
panjang prosesnya. Proses pemiskinan yang menjauhkan rakyat untuk mencapai
kesejahteraan seakan-akan semakin tertutup. Lahan pencarian untuk memenuhi
kebutuhan hidup rakyat semakin dipersulit dan rakyat dibiarkan terlantar,
bahkan kalau perlu diperas habis-habisan.
Salah satu contohnya adalah kasus
yang menimpa kawan-kawan Serikat Nelayan Tradisional (SNT). Terpaan kehidupan
yang semakin mempersulit posisi nelayan seakan-akan tidak ada habisnya. Kenaikan
harga BBM yang sangat tinggi, membuat para nelayan akhirnya banyak yang gulung
tikar. Hanya beberapa orang yang sampai saat ini dapat bertahan. Namun hal
tersebut akhirnya dipersulit dengan permasalahan kapling laut yang menyebabkan
para nelayan tradisional semakin terpojok dalam mencari hasil tangkapan dan
kalah dengan para pemilik modal besar yang berusaha di bidang perikanan. Selain
itu adanya pungli-pungli yang dilakukan oleh aparat pemerintah setempat dan
pemerasan dengan permintaan solar yang terjadi hampir di seluruh daerah pesisir
dan perairan Indonesia.
Akibat praktek-praktek
tersebutlah banyak sekali para nelayan, demi mempertahankan hidupnya, tidak
mengindahkan peraturan-peraturan yang dibuat oleh pemerintah kapitalis
tersebut. Demi mencukupi kehidupan keluarganya, mereka berupaya mencari hasil
tangkapan di daerah yang sebenarnya bukan merupakan kaplingnya. Ini yang
terjadi pada kapal Margi Luwi Utomo Baru
yang ditangkap pada tanggal 10 Mei 2008. Alasan penangkapannya yang dilakukan
oleh polisi air-udara Mabes POLRI adalah karena melanggar aturan zona tangkap.
Atas
penangkapan tersebut, hakim kemudian memutuskan kurungan 3 bulan pada nahkoda,
denda 50 juta dan pelelangan hasil tangkapan ikan.
Namun anehnya, hingga saat ini,
kapal Margi Luwi Utomo Baru belum
dikembalikan sampai sekarang. Padahal kapal tersebut merupakan satu-satunya
alat untuk memenuhi kebutuhan hidup para nelayan di sana. Belum hasil tangkapan
yang ditaksir oleh para nelayan mencapai 150 juta, ternyata hasil lelangnya
hanya 15 juta. Selain itu, dalam proses pengadilan, para nelayan juga diperas
oleh Jaksa sebesar 70 juta. Pemerasan tersebut didahului dengan menyudutkan
para nelayan di dalam pengadilan dengan membodoh-bodohi para nelayan oleh jaksa
dan hakim.
Inilah kondisi yang dialami oleh
rakyat Indonesia, sementara perlakuan aparat Negara terhadap para pemilik modal
yang jelas-jelas merugikan kehidupan rakyat Indonesia akan sangat berbeda.
Ketertundukkan
pemerintah kapitalis kepada para pemilik modal semakin terlihat ketika dalam
rapat kabinet “yang diperluas”, Presiden SBY mengundang para pemilik modal
untuk membicarakan nasib bangsa ini akibat krisis ekonomi. Tentu saja,
pemikiran para pemilik modal tersebut hanya untuk menyelamatkan keuntungan
mereka dan bukan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.
Perlindungan kepada para pemilik
modal yang diberikan oleh pemerintah kapitalis sudah sangat besar, sehingga
jelas bahwa pemerintah kapitalis sudah tidak memikirkan kepetingan rakyatnya.
Menjelang
PEMILU BORJUIS 2009, para pemilik modal dan pendukungnya akan membuai rakyat
dengan janji-janji manis namun juga menipu rakyat Indonesia. Yang jelas,
kepentingan para pemilik modal dan pendukungnya adalah untuk meraih keuntungan
sebesar-besarnya dengan mengekspolitasi keringat rakyat Indonesia. Hanya dengan
SOSIALISME lah maka keterpurukan dan penderitaan rakyat dapat diakhiri. Hanya
dengan SOSIALISME lah, maka akan ada perlindungan dari Negara agar rakyat dapat
sejahtera.
Maka dari itu Perhimpunan Rakyat
Pekerja menyatakan sikap:
Bebaskan
kapal Margi Luwi Utomo Baru,
karena kapal tersebut merupakan satu-satunya alat mata pencaharian bagi
para nelayan.Hapuskan
pungli dan pemerasan terhadap rakyat Indonesia, khususnya para
nelayan.Tolak
Pengkaplingan laut yang sangat merugikan para nelayanTangkap
hakim dan jaksa yang telah memeras para nelayan dalam proses
persidanganTolak
PEMILU 2009 karena PEMILU tersebut bukan PEMILU Rakyat, namun PEMILU
Borjuis yang hanya mementingkan kepetingan para pemilik modal untuk
berkuasa.Bentuk
Persatuan Gerakan Rakyat Multi Sektor untuk melawan kekuatan
Neoliberalisme yang telah terbukti menyengsarakan rakyat dan hanya dengan
SOSIALISME maka rakyat akan sejahtera.
Jakarta, 9 Oktober
2008
Komite Pusat
Perhimpunan Rakyat Pekerja
Sekretaris Jenderal
Irwansyah
Komite Pusat
Perhimpunan Rakyat Pekerja
JL Gading 9 No 12
Pisangan Lama, Jakarta Timur
Phone/Fax: (021) 47881632
Email: [EMAIL PROTECTED] / [EMAIL PROTECTED]
Website: www.prp-indonesia.org
Petugas Kesekretariatan:
- Fandris (021-99485643)
- Rizky (08999869106)
___________________________________________________________________________
Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
[Non-text portions of this message have been removed]