Kalau dlm Islam ada ajaran innalloha ma'ashobirin sesungguhnya Alloh bersama orang2 sabar, maka di Indonesia dlm kasus lapindo ini, inna grup bakrie ma'a shobirin. Sesungguhnya grup bakrie bersama orang2 bersabar. Bangsa tolol adalah yg sabar diam meski kepalanya diinjak-injak dan daringan berasnya dikuras dan dipecahkan. 350 tahun diinjak-injak kasar, 63 tahun diinjak-injak setengah halus adalah bukti ini bangsa penuh kesabaran yg menganggap penghinaan sbg berkah. Tak ada tandingannya di dunia ini. Salam.
mangoenpoerojo roch basoeki wrote: > Rekan-rekan milis FPK yth, > > Kompas hari ini > di halaman 24 mewartakan, bahwa Bupati Sidoarjo memberi waktu 2 minggu kepada > BPLS untuk menormalkan sungai Porong. > > Setahun yang lalu > (29 Oktober 2007), Bupati itu diam aja. Sementara Bupati Pasuruan di selatan, > ikut rakyatnya mendemo BPLS kaitan dengan aliran lumpur yang dicurahkan ke > sungai porong itu. Saat musim hujan, air 15 cm di bawah permukaan tanggul > sungai, banjir tak terjadi. > > Setahun berlalu, > beberapa kali tanggul lumpur telah jebol karena dua hal. Muntahan lumpur tidak > terkira, dan subsidensi (tanah ambles) dan terus akan jebol dan jebol lagi. > Sementara perbaikan tanggul tidak > mudah, karena materi urugan tanggul didatangkan dari jauh dan adanya > “larangan” > dari para korban yang kerugiannya belum dibayar. Akhirnya penambahan peralatan > untuk menggelontorkan lumpur ke sungai diperbanyak. Yang berarti lumpur masuk > ke sungai juga semakin banyak saja dan bahaya banjir sudah semakin dekat. > Wajarlah kalau Bupati yang mau mengkahiri > jabatannya itu, cepat bereaksi. > > Pertanyaannya : > 1. kenapa Bupati itu tidak teriak dari dua tahun yang lalu ? > 2. anggaran rakyatkah yang digunakan untuk mengurusi petaka yang tidak > jelas kapan berakhirnya itu (50 tahun katanya) ? > 3. bagaimana kaitannya dengan disuspennya saham bakrie-group ? > 4. yang lucu lagi adalah kaitan dengan BUMN yang tidak merasa rugi. PTP > Gula di Sulsel menyatakan rugi 24 milyar karena kebun tebunya dibakar rakyat. > Sedangkan BUMN yang dirugikan lapindo ratusan milyar sanpai trilyun kok gak > ada yang teriak ya.......(karena konco dhewe....gitu?). Mau tahu BUMN apa > saja yang dirugikan dan berapa kerugian itu? Baca aja buku “Kerugian Bangsa > Akibat Lumpur Sidoarjo” di Gramedia. > 5. Masih tetap sabar dan maklum sajakah masyarakat Jawa Timur ? > Semoga ada yang merespon demi masyarakat Jatim, dan khususnya korban di > Porong. > Salam, robama.
