http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/20/07065598/Eric.E..Schmidt..Satu.dari.Tiga.Aktor.Google

JAKARTA, JUMAT - Dunia bisnis mencatat pria berkacamata ini sebagai
orang yang sukses dalam bisnis internet. Terkesan dengan
kepiawaiannya, Larry Page dan Sergey Brin, dua pendiri Google,
mendaulatnya menjadi chief executive officer (CEO) raksasa mesin
pencari itu sejak 2001. Mereka percaya pengalaman Eric E. Schmidt di
jagad maya selama 20 tahun membuatnya mampu membesarkan Google. Eric
membayar tuntas kepercayaan mereka. Orang terkaya dunia peringkat 142
versi majalah Forbes ini menjadi satu dari tiga aktor dibalik
kesuksesan Google.

Dialah pria yang menguasai peta dunia maya. Betapa tidak, dia orang
nomor satu di situs pencari nomor satu di dunia. Sebagai Chief
Executive Officer Google, Eric E. Schmidt berperan penting menyulap
Google, dari sekadar mesin pencari data menjadi mesin penghasil uang.

la pun telah mengantarkan perusahaan yang bermarkas di California,
Amerika Serikat itu, sebagai salah satu perusahaan kompetitor terberat
Microsoft Corporation. Tak hanya itu, berkat kepiawaiannya pula,
pengembangan dan inovasi bisnis internet termasuk bisnis iklan online
Google terus bergulir.

Kini, Eric kompak memerintah Google bersama dua pendiri Google, Lary
Page dan Sergey Brin. Kekompakan ketiga orang ini kerap kali mendapat
julukan Triumvirat Google.

Kesuksesan Eric bersama Google menambah pundi-pundi kekayaanrnya. Ia
adalah salah satu dari sedikit orang yang menjadi miliuner dari opsi
saham (stock option) bagi karyawan di perusahaan, biarpun ia bukan
pendiri maupun sanak keluarga pendiri perusahaan itu.

Majalah Forbes mendudukkannya pada ranking 142 daftar orang terkaya di
dunia pada 2008 ini. Majalah itu menghitung total kekayaan Eric
mencapai 6,6 miliar dollar AS. Pada tahun ini pula, Forbes memasukkan
Eric ke dalam daftar orang terkaya di bidang teknologi informasi di
urutan ke-59. Sedangkan tahun lalu, is berada di peringkat pertama 50
orang terpenting di jagad web versi majalah PC World.

Saat ini, Schmidt tinggal di Atherton, California, Amerika Serikat
bersama istrinya, Wendy. la juga meluangkan waktu mengajar kuliah
bisnis paruh waktu di Standford Business School.

Schmidt lahir pada 27 April 1955 di Washington D.C. Ayahnya seorang
ekonom dan ibunya adalah ibu rumah tangga biasa. la mengenyam
pendidikan menengah di Yorktown High School, Virginia. Selepas itu,
Schmidt melarutkan pendidikan ke Princeton University. Di sana, ia
memperoleh gelar Bachelor of Science pada bidang studi teknik elektro.
Kemudian, ia melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

Pada 1979, Schmidt mendapatkan gelar master ilmu komputer. Lalu pada
1982, is memperoleh gelar Ph. D. dalam ilmu komputer dari University
of California, Berkeley. Kala itu, disertasinya mengenai masalah
manajemen distribusi pengembangan software dan peralatan untuk
menyelesaikan masalah tersebut.

Pada awal perjalanan kariernya, Schmidt memilih serius di bidang
tehnik pada perusahaan TI. la tercatat pernah bekerja pada Bell
Laboratories dan Zilog. la pun pernah bekerja sebagai staf penelitian
pada - laboratorium ilmu komputer di Xerox Palo Alto Research Center
(PARC).

Pada 1983 adalah tahun yang menentukan bagi kelanjutan karier Schmidt.
Pada tahun inilah ia bergabung dengan Sun Microsystems untuk memimpin
proyek pembuatan program Java. Tak lama kemudian kariernya melejit
menjadi Chief Technology Officer (CTO) Sun Microsystems.

Selama kurun waktu 14 tahun di Sun, Schmidt berhasil menduduki
berbagai posisi eksekutif. la mendapat pengakuan dunia internasional
atas sumbangannya pada perkembangan internet. Dia juga megjadi tokoh
penting dalam mengembangkan dan memasarkan Java, platform bahasa
program milik Sun.

Kemudian tahun 1997, Schmidt bergabung dengan dengan Novell Inc
sebagai CEO. Waktu ia bergabung, perusahaan software ini sedang
kesulitan. Schmidt mencoba memperbaikinya. Namun ketika-itu gelembung
dotcom pecah dan ekonomi AS melambat. Akhirnya Schmidt meninggalkan
Novell.

Pada Maret 2001, Schmidt melamar ke Google. la harus bersaing dengan
50 orang lainnya yang berambisi mendampingi pendiri Google, Lary Page
dan Sergey Brin, yang waktu itu sedang mencari wakil direksi.
Hasilnya, kedua pendiri Google tersebut begitu terkesan dengan Schmidt
ketika mewawancarainya.

Eric Schmidt punya pekerjaan yang tak mudah sebagai Chief Executive
Officer (CEO) Google dan orang nomor tiga di perusahaan itu. Namun, is
membuktikan kepada semua orang bahwa ia berhasil membawa Google
menjadi perusahaan internet yang menguntungkan. Eric juga menggagas
budaya kerja unik di Google. la menciptakan formula 70/20/10. la pun
membangun Googleplex, markas besar Google, sebagai tempat kerja yang
nyaman. Namun, Eric terkenal sebagai orang yang sangat  tertutup.

Dengan 20 tahun lebih pengalaman dalam perusahaar Eric bisa menjaga
keseimbang an di antara Larry Page dan Sergey Brin, dua orang pendiri
Google. Jika kedua anak muda itu terlibat perdebatan atau perbedaan
pendapat yang panas, Eric-lah yang akan berdiri di antara mereka. la
akan menyatukan pendapat mereka sehingga perusahaan itu tetap solid di
depan para hadapan Wall Street.

Bisa dibilang, pekerjaan Chief Executive Officer (CEO) Eric adalah
yang tersulit di seluruh negeri itu. Dia harus berbagi kewenangan
dengan dua pendiri Google yang sangal besar pengaruhnya. Dia pula yang
harus menyampaikan keputusan mereka kepada investor dan karyawan.

la harus mengelola perusahaan internet yang sedang berkembang pesat
dan merijaganya dari masalah, agar kreativitas tetap terpacu. Dan, is
harus melakukan semua itu sambil berkompetisi dalam meraup pangsa pasar.

Eric membuat Google mendapat keuntungan dari penjualan iklan teks yang
tertera di samping hasil pencarian, penjualan lisensi tehnologi
pencari, dan bisnis periklanan. Kini, kapitalisasi pasar Google Inc.,
mencapai 168 miliar dollar AS. Sekitar 19.604 karyawan turut menopang
roda bisnis Google.

Langkah fenomenal Eric dalam memperluas bisnis Google adalah
mengakuisisi situs bisnis periklanan online yang menggunakan video.
Awalnya, banyak yang pesimistis bahwa akuisisi ini akan berhasil.
Namun, Eric tetap berkeras hati. Pada 10 Oktober 2006, is mewujudkan
mimpinya tersebut. Walhasil, Google mengakuisisi situs Youtube senilai
1,65 miliar dollar AS.

Ternyata keputusannya mengakuisisi situs tersebut adalah pilihan yang
tepat. Pada 2007, Google melaporkan telah mengantongi keuntungan dari
pendapatan iklan sebesar 5,7 miliar dollar AS. Hal ini berarti, hanya
dalam setahun, mereka mengembalikan modal pembelian Youtube.

Selain itu, Eric juga menggagas sebuah model sumber daya bisnis, yaitu
formula 70/20/10. Metode ini menjadi terobosan bagi Google untuk
mengelola inovasi para karyawannya. Berdasarkan rasio ini, karyawan
idealnya harus memanfaatkan 70 persen waktu untuk mengerjakan bisnis
inti perusahaan, 20 persen waktu untuk melakukan proyek yang
berhubungan dengan bisnis inti, dan 10 persen waktu untuk proyek di
luar bisnis inti.

Selain jago dalam dunia bisnis, Eric juga telah menciptakan budaya
perusahaan yang unik. Eric berusaha menciptakan kondisi bekerja yang
nyaman dalam perusahaan. Markas Google di Mountain View, California,
Amerika Serikat lebih mirip kampus daripada kantor. Di sana, Eric
menyediakan teknologi yang hebat, fasilitas lengkap, serta cemilan gratis.

Kenyamanan ini telah membuat banyak karyawan betah bekerja di Google.
Menurut catatan majalah Fortune, saat ini tingkat turn over karyawan
Google hanya 1 persen. Fortune pun menjuluki Googleplex sebagai kantor
ternyaman di dunia.

Pada 2006, Eric memperoleh penghargaan dari National Academy of
Engineering lantaran sukses mengembangkan strategi bagi mesin pencari
paling sukses sedunia. Pada tahun ini pula, Apple Inc. memasukkan Eric
ke dalam jajaran direkturnya.

Eric terlibat pula di sejumlah yayasan. la adalah Chairman New America
Foundation. Ia dan isterinya pun menjalankan The Schmidt Family
Foundation yang menangani isu keberlangsungan dan penggunaan sumber
daya alarm secara bertanggung jawab.

Di luar itu, Eric juga seorang kolektor seni. Ia berada dalam daftar
kolektor seni kelas atas pada ARTnews 200. Selebihnya, tak banyak
orang tahu siapa Eric sebenarnya dan bagaimana kehidupan pribadinya.
Sebab, ia sangat berhasti-hati menjaga masalah-masalah personalnya.
Satu contoh yang paling terkenal adalah ketika ia mencekal wartawan
CNet setelah situs berita teknologi itu menuhs cerita pribadiaya
dengan menggunakan data-data dari hasil pencarian di internet. (Roy
Franedya, Rika Theo)


Sumber : KONTAN

Kirim email ke