Pak Irwan...
Anda punya kepekaan yang luar biasa
Berkali2 isi bensin, berkali2 juga lihat iklan pertamina itu
tapi saya engga terpikir seperti anda 

Saya akan forward ke beberapa teman,
mudah2an teman2 yang lain juga begitu
jadi tekanan terhadap pertamina semakin tinggi untuk lebih perhatian terhadap 
pekerjanya

O ya, opini anda ini juga dituliskan dengan bahasa yang baik sekali

salam,
andidj

  ----- Original Message ----- 
  From: Irwan Ariston Napitupulu 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, October 22, 2008 3:05 PM
  Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Dibalik Senyum Petugas Pom Bensin


  Dibalik Senyum Petugas Pom Bensin

  Ketika mengisi bensin, saya sering kali ngobrol dengan petugas pom
  bensinnya. Kebiasaan saya memang suka mengobrol dengan siapa saja. Sering
  kalinya saya hanya ingin menambah wawasan saja dari hal-hal yang mungkin
  tidak terpikirkan oleh saya sebelumnya.

  Kembali ke soal perbincangan saya dengan beberapa petugas pom bensin. Hal
  yang beberapa bulan ini saya tanyakan ke mereka di berbagai tempat pom
  bensin adalah apakah mereka tidak pusing mencium bau bensin setiap hari dan
  kenapa mereka tidak memakai masker penutup hidung agar mengurangi uap bensin
  yang terhirup.

  Hal tersebut saya tanyakan, karena saya saja yang berdiri sebentar sambil
  ngobrol, sudah langsung pusing karena menghirup bau bensin tersebut.

  Mereka, kurang lebih sepuluh orang, yang saya tanyakan semuanya menjawab
  bahwa sebenarnya mereka juga pusing. Mereka merasakan dada yang sesak. Dan
  makin parah lagi kalau pas mereka sedang sakit, katakan saja flu, perasaan
  sakit di dada semakin menjadi.

  Ketika saya tanyakan kenapa mereka tidak memakai masker, jawaban mereka
  semuanya sama yaitu karena kebijakan perusahaan. Perusahaan melarang mereka
  memakai masker karena demi pelayanan ke pelanggan. Mereka diwajibkan untuk
  tetap tersenyum ketika melayani pelanggan. Mereka bilang, kalau mereka pakai
  masker, mereka tidak bisa lagi menunjukkan senyum mereka ke nasabah dan itu
  akan dianggap tidak sopan karena tidak menghargai pelanggan.

  Hazrah kazrah!

  Saya terkaget mendengar jawaban mereka. Jawaban mereka semuanya seragam.
  Jawaban mereka pun semakin diperkuat dengan iklan Pertamina di televisi yang
  mengutamakan senyum petugasnya ketika melayani pelanggan.

  Ironisnya, dibalik senyum yang mereka berikan, ada derita yang harus mereka
  tanggung dengan mencium uap bensin setiap hari yang dapat memberikan
  gangguan yang serius kepada kesehatan mereka, khususnya paru-paru dan otak
  mereka.

  Saya sebagai pelanggan lebih senang melihat mereka memakai masker penutup
  hidung, ketimbang mereka melayani dengan senyum tapi saya tahu dibalik
  senyumnya, mereka menanggung derita yang tidak ringan.

  Melalui tulisan ini, saya mengajak kita yang peduli terhadap nasib para
  pekerja pom bensin untuk menyerukan kepedulian kesehatan petugas pom bensin
  agar pertamina dan pemilik pom bensin melengkapi petugas pom bensin dengan
  masker penutup hidung.

  Saya sebagai pelanggan pom bensin lebih peduli kesehatan petugas pom bensin
  ketimbang senyuman mereka ketika mereka mengisikan bensin ke kendaraan saya.
  Saya sudah mulai merasa tidak nyaman karena tahu dibalik senyuman petugas
  pom bensin ada derita yang harus mereka tanggung akibat menghirup uap
  bensin.

  Semoga melalui tulisan ini, nasib kesehatan petugas pom bensin bisa
  diperbaiki dimulai dengan memakai masker penutup hidung.

  catatan:
  Sekedar tambahan catatan, untuk pom bensin yang buka 24 jam, diterapkan tiga
  shift kerja. Kurang lebih mereka bekerja seharinya sekitar 8-9 jam. Jumlah
  jam yang cukup lama untuk menghirup uap bensin terus menerus.

  Silahkan di forward tulisan ini, khususnya ke mereka yang anda pikir dapat
  mempengaruhi untuk merubah kebijakan agar para petugas pom bensin dibolehkan
  memakai masker penutup hidung.

  jabat erat,
  Irwan Ariston Napitupulu

  [Non-text portions of this message have been removed]



   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke